News

WJNC 2026 Angkat Ganakalajaya, Perkuat Semangat Otentik Konkret Kota Yogyakarta

0
WJNC 2026 Ganakalajaya
WJNC 2026 Ganakalajaya (humas pemda diy)
STARJOGJA.COM, Info – Perayaan HUT ke-270 Kota Yogyakarta kembali dimeriahkan Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026. Parade budaya yang melibatkan 14 kemantren tersebut menyatukan ribuan masyarakat di sepanjang kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Rabu (7/10/2026).
Ke-14 kemantren yang tampil dalam WJNC 2026 yakni Kotagede, Gedongtengen, Pakualaman, Kraton, Umbulharjo, Mantrijeron, Mergangsan, Jetis, Danurejan, Wirobrajan, Gondomanan, Tegalrejo, Gondokusuman, dan Ngampilan. Masing-masing menghadirkan tokoh wayang dalam parade yang mengangkat tema Ganakalajaya.
Tokoh wayang yang dihadirkan meliputi Bhatari Gagarmayang, Prabu Nilaudraka, Bhatara Guru, Bhatara Penyarikan, Bhatara Bayu, Bhatara Sambu, Bhatara Daneswara, Bhatara Uma, Sang Hyang Candra, Bhatara Indra, Bhatara Brahma, Bhatara Nurada, Bhatara Kamajaya, dan Bhatara Surya.
Membacakan sambutan Gubernur DIY, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X mengatakan WJNC menjadi ruang bagi masyarakat untuk melihat langsung tradisi dan kisah leluhur melalui parade budaya. Kehadiran tradisi di ruang terbuka juga dinilai dapat mendekatkan nilai-nilai filosofi kepada masyarakat lintas usia.
“Sejalan dengan Hamemayu Hayuning Bawono, memperindah dan menjaga kehidupan bersama, di sumbu filosofi ini, tradisi hadir di jalan raya sehingga kisah leluhur dapat dikenal dan dihayati warga dari segala usia,” ungkap Sri Paduka.
Tema Ganakalajaya yang mengisahkan kelahiran Dewa Ganesha dinilai memiliki keterkaitan dengan identitas Yogyakarta sebagai kota pelajar. Paku Alam X mengingatkan bahwa ilmu yang diperoleh para pelajar di Yogyakarta tidak cukup hanya menjadi pengetahuan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan dan pengabdian.
“Sebagai kota pelajar, leluhur mengajarkan “ngelmu iku kelakone kanthi laku”, ilmu menjadi hidup ketika dijalani. Para pelajar datang dari penjuru negeri untuk menimba pengetahuan di kota ini, maka kita berharap ilmu itu tumbuh menjadi kecakapan dan kecakapan menjadi pengabdian,” tutur Sri Paduka.
Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menjelaskan tema Ganakalajaya membawa pesan Ora Mingkuh, yakni sikap untuk tidak menghindar dan tidak menyerah ketika menghadapi tantangan. Gana dimaknai sebagai kekuatan masyarakat, Kala sebagai tantangan zaman, sedangkan Jaya menggambarkan kejayaan bersama.
Menurut Hasto, pesan tersebut sejalan dengan tema HUT ke-270 Kota Yogyakarta, yakni Otentik Konkret. Yogyakarta memiliki berbagai kekayaan autentik yang menjadi bagian dari identitas kota, mulai dari nilai dan warisan budaya, kesenian, pendidikan, hingga destinasi wisata.
“Oleh karena itu, semangat kali ini adalah bagaimana membuat nilai-nilai yang autentik itu menjadi konkret, bisa dinikmati oleh warga masyarakat. Sehingga hari ini kita mengambil tagline dengan Otentik dan Konkret,” jelas Hasto.
WJNC 2026 juga menjadi momentum satu dekade penyelenggaraannya. Berbeda dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, panggung utama tahun ini dipindahkan dari kawasan Tugu Jogja ke Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
Hasto menyampaikan Pemerintah Kota Yogyakarta terbuka terhadap masukan masyarakat mengenai perpindahan lokasi panggung utama tersebut. Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan untuk meningkatkan penyelenggaraan WJNC pada tahun-tahun berikutnya.
Dari sisi pengembangan pariwisata, WJNC sebelumnya berhasil masuk dalam 10 besar Kharisma Event Nusantara pada 2024 dan 2025. Pada 2026, WJNC untuk pertama kalinya menjadi bagian dari 125 program Kriteria Unggulan Nusantara Kementerian Pariwisata, bersama Keroncong Plesiran dan Geopark Night Specta.
WJNC 2026 sekaligus memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi wisata dan ruang ekspresi kebudayaan. Kekayaan budaya Yogyakarta dikemas melalui konsep street art yang atraktif sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai daerah untuk memperkaya wajah kebudayaan Yogyakarta.
Sumber : Antara
Bayu

Dewi Sukarno Didenda Rp22,5 Juta dalam Kasus Kekerasan terhadap Mantan Staf

Previous article

AKNSB Yogyakarta tawarkan kuliah gratis di bidang seni budaya

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News