FeatureKota JogjaNews

AKNSB Yogyakarta tawarkan kuliah gratis di bidang seni budaya

0

STARJOGJA.COM,JOGJA. Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta (AKNSB Yogyakarta) terus memperluas akses pendidikan tinggi seni budaya bagi masyarakat dengan kuliah gratis. Perguruan tinggi vokasi yang berfokus pada bidang seni tradisi ini menawarkan kesempatan kuliah dengan biaya yang terjangkau bahkan gratis bagi warga DIY melalui dukungan Dana Keistimewaan.

Direktur AKNSB Yogyakarta, Prof. Kuswarsanto, menjelaskan lembaga tersebut berawal dari gagasan Pemerintah Daerah DIY pada tahun 2013 untuk mendirikan community college yang dapat mewadahi para seniman otodidak agar memperoleh pendidikan formal dan legitimasi akademik.

“Tujuan awalnya adalah memberikan kesempatan kepada seniman-seniman otodidak yang ingin memiliki ijazah, tetapi terkendala ekonomi maupun waktu,” ujarnya dalam Program Star Insight di Star 101.3 FM.

Ia mengatakan Sejak tahun 2020, AKNSB Yogyakarta berdiri sebagai satuan kerja mandiri dan pada 2026 telah memperoleh akreditasi sebagai perguruan tinggi vokasi. Ke depan, kampus ini tidak hanya berfokus pada pelestarian budaya, tetapi juga pengembangan dan pemanfaatan kebudayaan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Saat ini kampus yang berada di Jalan Parangtritis ini memiliki tiga program studi, yaitu Tari, Karawitan, serta Kriya Tatah Sungging Kulit. Selama ini penerimaan mahasiswa diprioritaskan bagi warga DIY yang memiliki kemampuan dasar di salah satu bidang tersebut. Menariknya, tidak ada batasan usia bagi pendaftar.

“Bahkan pada wisuda tahun 2025 terdapat lulusan berusia 64 tahun dari program studi Tatah Sungging,” terangnya.

Menurut Prof. Kuswarsanto, syarat utama yang dibutuhkan bukanlah usia maupun latar belakang pendidikan tertentu, melainkan komitmen untuk belajar dan mengembangkan kemampuan seni yang telah dimiliki.

“Kuota mahasiswa yang diberikan pemerintah daerah mencapai 100 orang per tahun untuk ketiga program studi. Meski demikian, jumlah pendaftar yang diterima selama ini rata-rata berkisar 96 mahasiswa,” lanjutnya.

Melihat tingginya minat masyarakat dari luar DIY,  AKNSB Yogyakarta berencana membuka penerimaan mahasiswa umum mulai tahun 2027. Mahasiswa dari luar daerah nantinya dapat masuk melalui jalur mandiri atau program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah sesuai regulasi yang sedang disiapkan.

“Nilai-nilai budaya Yogyakarta tidak hanya perlu dikenal masyarakat DIY, tetapi juga masyarakat luar daerah,” kata Prof. Kuswarsanto.

Sebagai perguruan tinggi vokasi, proses pembelajaran di  AKNSB Yogyakarta didominasi praktik hingga 70 persen. Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar langsung melalui sanggar seni, keraton, Pura Pakualaman, hingga berbagai komunitas budaya. Selain itu, mahasiswa juga mengikuti program magang di sejumlah institusi seni dan budaya.

Nilai tambah lain yang ditawarkan kampus ini adalah sertifikasi kompetensi profesi. Selain memperoleh ijazah Diploma 1, lulusan juga mendapatkan sertifikat kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), termasuk LSP Keraton Yogyakarta. Sertifikasi tersebut dinilai penting karena menjadi bukti kompetensi yang semakin dibutuhkan dalam dunia seni budaya, baik untuk kebutuhan nasional maupun internasional.

Prof. Kuswarsanto menegaskan bahwa seni tradisi tidak identik dengan sesuatu yang kuno. Melalui pendekatan hibridasi dan digitalisasi, mahasiswa didorong untuk mengembangkan karya-karya kreatif yang tetap berakar pada budaya Yogyakarta namun relevan dengan perkembangan zaman dan industri kreatif saat ini.

“Belajar seni harus menyenangkan. Seni hadir untuk membahagiakan diri sendiri sekaligus orang lain,” pungkasnya.

WJNC 2026 Angkat Ganakalajaya, Perkuat Semangat Otentik Konkret Kota Yogyakarta

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Feature