STARJOGJA.COM, JOGJA— Pakar Universitas Gajah Mada (UGM), Djoko Santosa mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengonsumsi obat herbal. Djoko menilai masih banyak kesalahan yang dilakukan masyarakat dalam pemilihan bahan, cara pengolahan, hingga anggapan obat herbal yang tidak memiliki efek samping.
“Kalau kita kembali kepada jamu, filosofinya yang pertama adalah aman. Aman itu bisa dimulai dari benarnya spesies,” ungkap Djoko dalam Salah Kaprah Konsumsi dan Ramuan Herbal di Star FM Yogyakarta (9/04/2026).
Djoko menjelaskan kesalahan yang sering terjadi merupakan penggunaan jenis tanaman yang tidak tepat karena masyarakat hanya mengenal nama lokal tanpa memastikan spesiesnya. Selain itu, banyak orang memeroleh informasi dari internet tanpa berkonsultasi dengan pihak yang memiliki kompetensi di bidang herbal.
“Banyak orang yang membeli bahan tidak teliti, karena bahannya sudah kering sehingga dapat menumbuhkan jamur. Jamur itu dapat membahayakan tubuh manusia,” ungkap Djoko.

Djoko menekankan pentingnya membudidayakan tanaman obat secara organik agar lebih aman untuk dikonsumsi. Menurutnya, penggunaan insektisida dan pestisida sintetis berpotensi meninggalkan residu pada tanaman yang dapat membahayakan kesehatan.
“Yang paling bagus adalah membudidayakan tanaman-tanaman secara organik,” ujar Djoko.
Dalam proses pengolahan, Djoko mengimbau masyarakat untuktidak merebus ramuan herbal menggunakan panci berbahan aluminium. Djokomenjelaskan senyawa pada bahan herbal dapat bereaksi dengan logam pada wadah sehingga aluminium berpotensi larut ke dalam air rebusan dan ikut terkonsumsi.
“Zat aluminiumnya itu akan larut di dalam cairan dan akan terminum oleh kita. Itu sangat berbahaya. Itu juga bisa menyebabkan gagal ginjal,” ucap Djoko.
Djoko mengingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi obat herbal secara berlebihan. Setiap ramuan telah memiliki formula dan takaran yang disesuaikan sehingga tidak perlu dibuat terlalu pekat atau menggunakan bahan dalam jumlah banyak.
“Yang berlebihan itu pasti nanti akan bermasalah,” tegasnya.
Menurut Joko, konsumsi herbal yang tidak sesuai aturan dapat berdampak pada berbagai organ tubuh. Selain berisiko mengganggu ginjal, penggunaan berlebihan juga dapat memengaruhi fungsi hepar dan memicu gangguan lambung. Masyarakat diimbau mengonsumsi herbal sesuai dosis, aturan pakai, dan lama penggunaan yang dianjurkan agar manfaatnya optimal tanpa menimbulkan risiko bagi kesehatan.
Baca juga : Manfaat Protein untuk Tubuh Menurut Ahli Herbalife, Penting untuk Otot dan Energi Harian
Penulis: Khoirul Fitrian Baroroh







Comments