HealthLifestyle

Ibu Hamil Sering Buang Air Kecil, Waspadai Risiko Infeksi Saluran Kemih

0
ibu hamil buang air kecil mendhem ari-ari traveling saat hamil
Ibu Hamil (foto : JIBI)

STARJOGJA.COM, Info – Dokter Spesialis Urologi Subspesialis Perempuan, Fungsional dan Neurologi, Harrina Erlianti Rahardjo,  mengingatkan bahwa ibu hamil umumnya lebih sering buang air kecil dan terkadang mengalami kesulitan menahan keinginan berkemih. Kondisi tersebut merupakan dampak dari pertumbuhan janin yang memberi tekanan pada kandung kemih.

Prof. Harrina menjelaskan, seiring bertambah besarnya rahim, kandung kemih menjadi lebih sensitif sehingga frekuensi buang air kecil meningkat, bahkan dapat menyebabkan kebocoran urine.

“Ada bayi di dalam rahim, ini membuat salah satu tekanan perut lebih membesar. Ada tekanan di kandung kemih sehingga bisa membuat mengompol,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Selain tekanan dari janin, perubahan hormon selama kehamilan juga meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih (ISK). Menurut Prof. Harrina, kondisi tersebut menjadi salah satu gangguan yang cukup sering dialami ibu hamil.

“Sering terjadi pada perempuan hamil adalah infeksi saluran kemih karena perubahan hormon dan lain-lain,” ujarnya.

Ia menyarankan ibu hamil yang mengalami keluhan sulit menahan buang air kecil, mengompol berlebihan, atau gejala gangguan berkemih lainnya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan agar mendapat penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi akibat ISK.

Prof. Harrina menambahkan, banyak pasien masih menganggap gangguan berkemih dan dasar panggul sebagai kondisi normal akibat kehamilan, persalinan, atau proses penuaan sehingga terlambat mendapatkan diagnosis.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain anyang-anyangan, sulit menahan keinginan buang air kecil, hingga frekuensi berkemih setiap 30 menit sampai satu jam.

Chief Medical Officer Siloam International Hospitals, dr. Grace Frelita, MM., mengatakan diagnosis yang akurat sangat penting untuk menentukan terapi yang sesuai dengan kondisi pasien.

“Kami melihat masih banyak masyarakat yang hidup dengan gangguan kandung kemih dan dasar panggul tanpa mendapatkan diagnosis maupun terapi yang tepat,” kata Grace.

Sumber : Antara

Baca juga : Jangan Menahan Buang Air Kecil Terlalu Lama, Ini Akibatnya

Bayu

Film Dear You Angkat Dialek Teochew, Raih Sukses di Asia Tenggara

Previous article

Etalase Naryo Bukti Berbagi Nasi ke Sesama dari Nasi Gratis Jogja

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Health