STARJOGJA.COM, JOGJA—Jajanan legendaris Es Goreng Pak Gatot kini hadir dalam bentuk kedai premium di Yogyakarta setelah sebelumnya hanya dijual keliling di pasar malam dan kawasan alun-alun Yogyakarta. Kedai yang baru beroperasi bulan Mei 2026 itu mengusung konsep premium, berbeda dari gerobak dorong yang selama ini dikenal masyarakat.
Putra kedua Pak Gatot, Yoga, mengatakan kedai tersebut memanfaatkan garasi rumah untuk dikembangkan menjadi kedai permanen. Pengembangan dilakukan setelah banyak masukan dari pelanggan yang menilai Es Goreng Pak Gatot sudah menjadi jajanan legendaris di Yogyakarta.
“Banyak masukan dari teman-teman dan pelanggan kami, es goreng ini sudah termasuk jajanan legend. Setelah itu. kami buat counter dan alhamdulillah banyak anak-anak yabg mencoba, ternyata viral,” ungkap Yoga (11/08/2026).
Yoga menjelaskan, usaha keluarganya berdiri sejak 1981 dengan nama awal es potong. Namun, nama tersebut berubah menjadi es goreng pada tahun 1992 setelah sang ayah menambahkan lapisan cokelat sebagai pembeda di tengah banyaknya pesaing yang bermunculan.
Berbeda dari versi pasar malam yang dijual mulai Rp5.000 per potong, es goreng di kedai ini dibanderol Rp10.000 hingga Rp15.000, tergantung pilihan topping yang diinginkan. Yoga menegaskan bahan baku yang digunakan tetap menggunakan santan kelapa asli, bukan santan instan.
“Banyak es potong atau es goreng tiruan yang kualitasnya berbeda karena tidak memakai santan. Kalau kami memakai santan kelapa asli, yang premium,” ujarnya.
Yoga menambahkan, kedai Es Goreng Pak Gatot sengaja menghadirkan topping kekinian seperti biscoff dan oreo untuk mempertegas konsep jajanan premium. Menurutnya, semua topping produk yang digunakan tetap dipilih dengan kualitas terbaik agar es goreng dapat dinikmati dengan cita rasa yang premium.
“Kami ingin es goreng ini naik kelas dari jajanan jalanan menjadi sajian premium, jadi kualitasnya harus baik semua, mulai dari bahan baku, topping dan juga kemasannya,” ucap Yoga.
Varian rasa durian, nangka, dan kacang hijau disebut menjadi favorit pembeli. Yoga menyebut, kedepannya, Es Goreng Pak Gatot berencana memperluas kedai dengan dua konsep utama, yaitu konsep klasik yang menampilkan koleksi sepeda tua, menyerupai mini museum dan konsep kedai kafe modern.
Baca juga: Mengenal Adrem, Salah Satu Kuliner Khas Bantul
Penulis: Khoirul Fitrian Baroroh







Comments