Culinary

Mengenal Adrem, Salah Satu Kuliner Khas Bantul

0
Adrem
Adrem (Ulima Fauzia Elisa)

STARJOGJA.COM, JOGJA—Salah satu kecamatan di bagian selatan Kabupaten Bantul mempunyai makanan tradisional khas bernama adrem. Berbentuk menyerupai kuncup bunga sebelum mekar, kue ini memiliki rasa manis yang bercampur gurih.

Fitriana, selaku pengelola Adrem Mawar Merah Mbak Tini, menjelaskan bahwa adrem merupakan kuliner khas dari Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kue ini sendiri terbuat dari bahan baku tepung beras dan kelapa serta memiliki warna khas cokelat tua.

“Teknik pembuatannya dengan dijepit. Butuh kemampuan khusus karena gak semua orang bisa,” ujarnya pada Senin, 27 Juli 2026.

Adrem telah diakui sebagai warisan budaya tak benda sejak Mei 2025. Kue ini mulai dikenal karena namanya dan bentuknya yang unik.

“Dulu orang-orang tua lebih suka. Kalau sekarang tuh yang anak muda, nggak semua sih, paling delapan puluh persen,” ungkapnya.

Fitri menambahkan, adrem dapat digunakan sebagai simbol penghormatan kepada Dewi Sri yang merupakan Dewi kesuburan. Kue ini juga sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen yang diperoleh.

“Filosofi kue ini sebagai sebuah simbol pengampunan dan pengayoman agar hidup yang dijalani lebih adhem atau anyep,” jelasnya.

Adrem dianggap sebagai salah satu simbol penghormatan dan rasa syukur terhadap apa yang diperoleh, yaitu hasil panen yang melimpah. Kue ini juga merupakan simbol dari harapan untuk ketenangan hidup baik saat di dunia maupun kehidupan setelah kematian.

Fitri mengungkapkan, Adrem Mawar Merah Mbak Tini yang sudah berdiri sejak 2015 dapat memproduksi sebanyak 3000 buah setiap harinya. Harga yang ditawarkan juga cukup murah, yakni Rp8.000 untuk satu bungkus yang berisi 6  buah.

“Dari 50 kilogram tepung beras, bisa dibuat menjadi sekitar 3000-an,” tuturnya.

Adrem dapat bertahan selama 7 hari jika disimpan di suhu ruang. Selain sebagai oleh-oleh khas Bantul, kue ini juga biasa digunakan sebagai pengisi parsel yang dipakai untuk hantaran.

Baca juga : Gandos Bu Paerah, Makanan Tradisional yang Tetap Eksis di Tengah Perkembangan Zaman

Penulis : Dwina Kayla

Jangan Dipaksa Dipompa, Dokter Ingatkan Cara Tepat Atasi Payudara Bengkak Saat Menyusui

Previous article

Dukung Potensi UMKM Yogyakarta, Bank Jateng Dorong Akses Pembiayaan dan Digitalisasi Usaha

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Culinary