News

Dukung Potensi UMKM Yogyakarta, Bank Jateng Dorong Akses Pembiayaan dan Digitalisasi Usaha

0
Bank Jateng Yogyakarta
Bank Jateng Yogyakarta (starfm)

STARJOGJA.COM, JOGJA— Bank Jateng menegaskan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tidak hanya memfasilitasi pembiayaan modal, Bank Jateng juga mendampingi para pelaku usaha agar mampu naik kelas dan bersaing secara global.

Ketua Tim Analis Kredit Produktif Bank Jateng cabang Yogyakarta, Andreas Pramudya, mengatakan bahwa program tersebut berlaku untuk seluruh pelaku UMKM termasuk para pensiunan ASN atau PNS yang di masa purnanya memiliki usaha produktif

“Nah, dari situ memang para pelaku UMKM kita bisa biayai. Bahkan ASN atau PNS yang sudah pensiun, tetapi di masa purnanya dia punya usaha, dengan syarat usahannya minimal sudah berjalan selama 6 bulan,” jelas Andreas pada Jumat, 31 Juli 2026.

Bank Jateng menawarkan program pembiayaan yang variatif, mulai dari kredit program seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Pembiayaan Purnatugas (KPP) yang bekerja sama dengan pemerintah, hingga kredit usaha produktif reguler (non-program). Program pembiayaan yang telah berjalan sejak 2018 ini dapat diakses melalui Kantor Cabang Bank Jateng di Jalan Jenderal Sudirman No. 60, Kantor Fungsional UPY dan UGM, serta jaringan kantor di Bantul.

Selain pembiayaan modal, Bank Jateng turut mendorong digitalisasi ekosistem usaha. Untuk memudahkan transaksi keuangan para pelaku usaha menengah, Bank Jateng menyediakan internet banking bisnis berbasis web yang dapat diakses dari mana saja.

Penguatan dari sisi internal pelaku UMKM juga menjadi fokus perhatian. Bank Jateng membekali para pelaku usaha melalui program literasi keuangan bertajuk Micro Business Game. Melalui edukasi ini, pelaku UMKM diajarkan mengelola transaksi keuangan, perhitungan biaya operational, hingga pembukuan omzet guna memperoleh laba yang diharapkan.

Bank Jateng menekankan bahwa pendampingan UMKM tidak hanya berfokus pada realisasi kredit semata.

“Memang dari sisi bank itu tidak hanya berbicara mengenai pembiayaan realisasi gitu ya, tetapi kita juga bersama-sama berkembang dari awal. Para pelaku UMKM itu juga harus mendapatkan akses permodalan yang mudah, cepat gitu ya. Kemudian standarisasi dari produknya itu juga kalau mau menembus pasar global itu ya produknya juga harus diperhatikan, kemudian sertifikasi perizinannya gitu ya. Kemudian kapasitas produksinya juga harus, kemasannya itu harus lebih. Nah, yang paling utama juga pemasaran digital,” ujar Andreas.

Pelaku UMKM didorong untuk memperhatikan standarisasi produk, sertifikasi perizinan, peningkatan kapasitas produksi, kemasan, hingga strategi pemasaran digital jika ingin menembus pasar global. Dengan memberikan akses permodalan yang mudah dan cepat serta pendampingan yang berkelanjutan, Bank Jateng berharap dapat tumbuh dan berkembang bersama para pelaku UMKM dari skala mikro, kecil, hingga menjadi menengah.

Baca Juga: Bank Jateng Dukung UMKM Tembus Pasar Global

Penulis: Ulima Fauzia Elisa

Mengenal Adrem, Salah Satu Kuliner Khas Bantul

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News