STARJOGJA.COM, JOGJA—Di tengah pertumbuhan UMKM di DIY yang makin meningkat, Bank Jateng tawarkan program naik kelas bagi para pelaku UMKM. Program tersebut bertujuan untuk membantu pelaku UMKM menembus pasar global.
Andreas Pramudya, Ketua Tim Analis Kredit Produktif Bank Jateng Cabang Yogyakarta, menjelaskan bahwa program naik kelas ini berupa kredit yang bekerja sama dengan pemerintah. Kredit tersebut termasuk kredit program seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Program Perumahan (KPP), serta kredit non-program seperti kredit usaha produktif yang reguler.
“Program naik kelas bareng Bank Jateng ini untuk para pelaku UMKM. Tujuannya untuk pembiayaan modal, menambah jaringan usaha, dan memperluas area pemasaran,” ujarnya dalam Bincang Spesial di Star FM Yogyakarta (31/7/2026).
Pramudya menambahkan, target pasar dari program yang diluncurkan ini adalah seluruh pelaku UMKM ataupun bagi pensiunan ASN/PNS yang mempunyai usaha yang minimal sudah berjalan selama 6 bulan. Ia menyebutkan bahwa UMKM di Yogyakarta memiliki potensi yang luar biasa, makan Bank Jateng berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pelaku UMKM untuk menuju pasar global.
“Di Jogja sendiri sudah ada cukup banyak UMKM yang mampu bersaing di pasar global. Yang ada banyak seperti batik, kerajinan, kuliner, apalagi kopi yang sedang marak, serta industri kreatif seperti furnitur dan mebel,” ungkapnya.
Bentuk dukungan Bank Jateng bagi para UMKM di Yogyakarta yang ingin berkembang dari pasar lokal ke pasar global berupa literasi keuangan. Selain itu, Bank Jateng juga memberikan binaan agar UMKM dapat mengakses toko digital, seperti waktu yang tepat untuk menjual produk dan cara memoret produk agar lebih menarik.
“Para pelaku UMKM harus mendapatkan akses permodalan yang mudah dan cepat. Untuk menembus pasar global juga harus memperhatikan standarisasi produk, sertifikasi seperti kelengkapan perizinan produk, kapasitas produksinya, dan kemasan yang digunakan harus eye catching,” tambahnya.
Baca juga : UMKM Perempuan DIY Wujudkan Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya
Penulis : Dwina Kayla







Comments