HealthLifestyle

Cuaca Panas, Waspadai Heatstroke dan Kenali Gejalanya

0
heat stroke Waspadai Heatstroke
STARJOGJA.COM, Info – Cuaca panas dapat meningkatkan risiko heatstroke, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas dalam waktu lama di luar ruangan. Kondisi ini perlu mendapat penanganan segera karena dapat mengganggu fungsi otak hingga menyebabkan kegagalan sejumlah organ tubuh.
Dokter spesialis neurologi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Brigjen TNI (Purn) dr. Sholihul Muhibbi, Sp.N., M.Si.Med. mengatakan heatstroke dapat terjadi ketika sistem pengaturan suhu tubuh atau termoregulasi mengalami kegagalan akibat paparan panas.
“Pada cuaca panas seperti ini mempermudah terjadinya kegagalan sistem pengaturan suhu tubuh atau termoregulasi yang dipicu oleh aktivitas yang berlebihan, kurang memadainya kecukupan asupan cairan dan tubuh yang tidak fit,” kata Sholihul saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Jika seseorang mengalami heatstroke, langkah awal yang perlu dilakukan adalah segera membawanya ke tempat yang sejuk. Pakaian yang terlalu menghalangi tubuh untuk melepaskan panas juga perlu dilonggarkan.
Proses pendinginan dapat dilakukan dengan membasahi atau mengompres permukaan tubuh sambil memberikan aliran udara menggunakan kipas. Pemberian cairan melalui minuman hanya boleh dilakukan jika orang tersebut masih sadar penuh.
Sebaliknya, seseorang yang mengalami penurunan kesadaran tidak boleh dipaksa untuk minum. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan medis segera, termasuk pemberian cairan melalui infus serta pemantauan fungsi ginjal, hati, jantung, dan otak.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya juga mengingatkan risiko heatstroke selama musim kemarau, khususnya bagi masyarakat yang melakukan aktivitas dalam waktu lama di luar ruangan.
Menurut Sholihul, risiko heatstroke dapat meningkat pada orang yang mengalami gangguan sistem regulasi keringat. Kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan penggunaan obat tertentu, seperti antihistamin dan beta blocker.
Gejala akibat paparan panas dapat muncul secara bertahap. Pada tahap ringan atau heat cramps, seseorang dapat mengalami rasa haus, keringat berlebihan, serta kram otot.
Kondisi tersebut dapat berkembang menjadi heat exhaustion atau kelelahan akibat panas. Gejalanya antara lain peningkatan suhu tubuh yang biasanya masih di bawah 40 derajat Celsius, denyut nadi cepat tetapi lemah, pusing, sakit kepala, dan mual. Pada tahap ini, seseorang umumnya masih dalam kondisi sadar penuh.
Sementara itu, heatstroke merupakan kondisi yang lebih serius ketika suhu tubuh meningkat hingga lebih dari 40 derajat Celsius dan mulai disertai gangguan fungsi otak.
“Terjadi juga gangguan fungsi otak, yaitu kesadaran yang menurun seperti meracau, kejang sampai koma, dan juga kegagalan fungsi ginjal, hati, serta gangguan pembekuan darah,” ujar Sholihul.
Sejumlah kelompok juga dinilai lebih rentan mengalami heatstroke, seperti lansia, orang yang mengonsumsi obat tertentu, orang dengan kegemukan, mereka yang melakukan aktivitas berat tanpa proses aklimatisasi, serta orang dengan kondisi kesehatan yang tidak optimal.
Karena itu, masyarakat perlu mengenali tanda-tanda gangguan akibat panas dan segera mencari pertolongan apabila kondisi berkembang menjadi berat. Pencegahan juga penting dilakukan dengan menjaga kecukupan cairan, menghindari aktivitas berat berlebihan saat cuaca sangat panas, serta memberikan waktu bagi tubuh untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan.
Sumber : Antara
Bayu

Islam Makhachev Sebut Ian Machado Garry Bukan Lawan Terberatnya di UFC 330

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Health