Flash InfoHealthNews

Jangan Anggap Sepele Gejala Kebocoran Katup Jantung

0
gangguan katub jantung
peringatan dini masalah jantung

STARJOGJA.COM,INFO. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan intervensi dan konsultan aritmia, Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala-gejala yang mengarah pada gangguan katup jantung. Menurutnya, kebiasaan menunda pemeriksaan hingga kondisi memburuk masih sering ditemukan di Indonesia.

Dalam sebuah acara kesehatan di Jakarta, Sabtu, Prof. Yoga mengatakan banyak pasien baru mencari pertolongan medis ketika keluhan sudah sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Banyak orang menganggap keluhan ringan sebagai hal biasa. Padahal, jika dibiarkan, gangguan pada katup jantung dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius,” ujarnya.

Prof. Yoga menjelaskan bahwa jantung memiliki empat katup utama, yakni katup trikuspid, mitral, aorta, dan pulmonal. Gangguan yang terjadi pada katup jantung umumnya berupa penyempitan katup sehingga sulit terbuka atau kebocoran katup yang membuat aliran darah tidak berjalan optimal.

Menurutnya, kebocoran katup jantung, meskipun awalnya ringan, tidak boleh dianggap remeh. Kondisi tersebut berpotensi memburuk secara bertahap dan memengaruhi fungsi pompa jantung.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Sesak napas
  • Mudah lelah
  • Pembengkakan pada kaki
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada
  • Jantung berdebar
  • Denyut jantung tidak teratur

“Ketika fungsi pompa jantung turun secara signifikan, pasien biasanya mulai mengalami keterbatasan aktivitas. Bahkan berjalan sekitar 100 meter saja sudah bisa menimbulkan sesak napas,” jelasnya.

Prof. Yoga menjelaskan bahwa kebocoran katup jantung dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu fungsional dan struktural.

Pada kebocoran katup yang bersifat fungsional, struktur katup sebenarnya masih baik. Namun, katup tidak dapat menutup secara sempurna sehingga terjadi kebocoran aliran darah.

Sementara itu, kebocoran yang bersifat struktural terjadi karena adanya kelainan pada bentuk atau susunan katup jantung. Salah satu contohnya adalah kelainan bawaan atau kongenital seperti Barlow Syndrome.

Untuk kasus kebocoran katup jantung fungsional, peluang perbaikan masih cukup besar, terutama jika pasien berusia relatif muda dan fungsi pompa jantung masih baik. Dalam kondisi tersebut, tindakan operasi umumnya menjadi pilihan utama.

Namun, bagi pasien yang memiliki risiko tinggi untuk menjalani operasi, perkembangan teknologi medis kini menawarkan alternatif terapi yang lebih minimal invasif. Salah satunya adalah penggunaan perangkat MitraClip yang memungkinkan perbaikan kebocoran katup tanpa operasi jantung terbuka.

Prof. Yoga menegaskan bahwa deteksi dan penanganan sejak dini merupakan kunci untuk mencegah komplikasi yang lebih berat. Karena itu, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada gangguan katup jantung, meskipun keluhan masih tergolong ringan.

Deteksi Dini Kunci Penting Penanganan Kanker Ginjal

Previous article

ANANDA Bersinar Bangun Ketahanan Dini Pada Bahaya Narkoba

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Flash Info