STARJOGJA.COM, Info – Sekitar 40 stasiun kereta dan gedung komersial di Jepang telah menerapkan sistem kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi perilaku berisiko yang mengarah pada tindakan bunuh diri. Teknologi yang dikembangkan perusahaan Asilla Inc. itu disebut telah membantu menyelamatkan sedikitnya dua orang sejak digunakan.
Sistem berbasis AI tersebut bekerja dengan menganalisis rekaman kamera pengawas untuk mengenali pola perilaku tertentu yang dianggap berisiko. Teknologi ini dirancang untuk mendeteksi kemungkinan seseorang mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari area berbahaya seperti peron stasiun atau atap gedung.
Sistem itu memantau berbagai perilaku berisiko, seperti mondar-mandir atau berlama-lama di dekat tepi peron stasiun atau atap gedung. Ketika mendeteksi aktivitas mencurigakan, sistem akan mengirimkan peringatan kepada petugas keamanan maupun staf stasiun. Dalam kondisi tertentu, peringatan juga dapat disampaikan melalui pengeras suara untuk mempercepat respons di lapangan.
Dalam salah satu kasus, sistem mendeteksi seorang pria berada di area yang tidak dapat diakses pengunjung di sebuah fasilitas komersial. Setelah dihampiri petugas keamanan, pria tersebut mengaku berniat mengakhiri hidupnya dengan melompat.
Kasus lain melibatkan seorang anak yang terlihat berada cukup lama di dekat pagar pembatas di lantai atas sebuah gedung. Petugas keamanan kemudian melakukan pemeriksaan setelah menerima notifikasi dari sistem dan mendapati anak tersebut sedang menulis surat wasiat bunuh diri.
Pengembangan teknologi ini dilakukan sejak 2022 melalui kerja sama Asilla dengan sekitar 200 fasilitas komersial dan organisasi lainnya. Sebanyak 7 juta rekaman kamera pengawas digunakan untuk melatih sistem agar mampu mengenali berbagai kondisi darurat.
Melalui proses tersebut, sistem tidak hanya mampu mendeteksi tanda-tanda bunuh diri, tetapi juga kondisi darurat lain seperti seseorang yang jatuh sakit, tidak bergerak dalam waktu lama, atau aksi kekerasan.
Saat ini, teknologi AI tersebut telah diterapkan di sekitar 30 fasilitas komersial dan 10 stasiun yang berada di Tokyo dan Prefektur Kanagawa. Perusahaan berharap sistem itu dapat membantu meningkatkan keselamatan publik sekaligus mempercepat penanganan situasi darurat.
Sumber : Antara
Baca juga : Jepang Resmi Naikkan Biaya Visa dan Siapkan Sistem Pra-Masuk Digital untuk WNA







Comments