Flash InfoHealthNews

Waspadai Burnout, Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri!

0
burnout

STARJOGJA.COM, INFO. Burnout sering dialami para pekerja. Jangan lupa luangkan waktu untuk diri sendiri.

Kesibukan bekerja, mengurus rumah tangga, hingga memenuhi berbagai tuntutan kehidupan sehari-hari sering membuat banyak orang lupa memberi waktu untuk diri sendiri. Padahal, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko mengalami burnout atau kelelahan mental akibat pekerjaan.

Dokter spesialis kejiwaan dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo, dr. Adhitya S Ramadianto, SpKJ(K), mengingatkan pentingnya mengenali tanda-tanda burnout sejak dini. Menurutnya, seseorang yang mengalami burnout biasanya mulai kehilangan motivasi, merasa sangat lelah, dan tidak lagi merasakan kepuasan dari pekerjaan yang dijalani.

“Jika mulai merasa kehilangan semangat atau kelelahan berlebihan, mungkin tubuh dan pikiran memang sedang membutuhkan waktu untuk beristirahat. Carilah aktivitas yang dapat membuat lebih rileks dan kembali bersemangat,” ujar Adhitya.

Burnout tidak hanya dipengaruhi oleh banyaknya pekerjaan, tetapi juga oleh keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kemampuan seseorang dalam menghadapinya. Lingkungan kerja yang terus menuntut performa tinggi tanpa dukungan, apresiasi, atau kesempatan beristirahat yang cukup dapat membuat seseorang lebih rentan mengalami kondisi ini.

Bagi para orang tua yang harus membagi fokus antara pekerjaan dan keluarga, burnout juga dapat berdampak pada kualitas hubungan di rumah. Rasa lelah yang menumpuk sering kali membuat seseorang lebih mudah emosi, sulit berkonsentrasi, hingga kurang menikmati waktu bersama pasangan dan anak.

Karena itu, Adhitya menyarankan agar pekerja tidak ragu menjangkau orang-orang terdekat saat mulai merasa kewalahan. Berbagi cerita dengan pasangan, keluarga, sahabat, atau rekan kerja dapat membantu mengurangi beban pikiran sekaligus memberikan sudut pandang baru dalam menghadapi masalah.

Selain sebagai tempat bercerita, orang terdekat juga dapat menjadi sumber dukungan praktis. Berdiskusi dengan rekan kerja, misalnya, bisa membantu menemukan solusi atas pekerjaan yang sedang menumpuk atau terasa sulit diselesaikan.

Apabila berbagai cara tersebut belum membantu dan gejala burnout semakin mengganggu aktivitas sehari-hari, berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater menjadi langkah yang disarankan. Bantuan profesional dapat membantu seseorang mengelola tekanan, memahami kondisi yang dialami, serta menemukan strategi yang tepat untuk memulihkan kesehatan mental.

Di tengah kesibukan yang padat, meluangkan waktu untuk beristirahat bukanlah bentuk kemalasan. Justru, menjaga kesehatan mental merupakan investasi penting agar tetap produktif di tempat kerja sekaligus hadir sepenuhnya untuk keluarga di rumah.

AI Pencegah Bunuh Diri di Jepang Selamatkan Dua Orang, Dipasang di 40 Stasiun dan Gedung

Previous article

Film Monster Pabrik Rambut ajak sikapi sistem kerja kapitalisme

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Flash Info