STARJOGJA.COM, Info – Film Sekawan Limo 2: Gunung Klawih mencatat pencapaian impresif di bioskop Indonesia dengan meraih 212.469 penonton pada hari pertama penayangan. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat capaian film pertamanya, Sekawan Limo (2024), yang saat itu memperoleh 100.155 penonton pada hari perdana.
Tingginya minat penonton membuat rumah produksi Starvision, Skak Studios, dan Legacy Pictures menambah jumlah tayangan film hingga 34 persen. Total penayangan pun meningkat menjadi 2.983 show yang tersebar di 482 bioskop di seluruh Indonesia.
Hingga hari keempat penayangan atau Sabtu (30/5/2026), jumlah penonton film ini telah menembus angka 500.725 orang. Capaian tersebut memperlihatkan besarnya antusiasme publik terhadap karya terbaru Bayu Skak yang kembali bertindak sebagai sutradara, penulis skenario, sekaligus pemeran utama.
Cerita film berlanjut tiga tahun setelah peristiwa di Gunung Madyopuro. Lima sahabat, yakni Bagas, Lenni, Juna, Andrew, dan Dicky kembali berkumpul untuk merayakan ulang tahun putri Andrew sebelum situasi berubah ketika muncul ancaman pesugihan yang mengincar keluarganya sebagai tumbal.
Petualangan mereka kemudian membawa para karakter menuju Gunung Klawih, sebuah lokasi fiktif yang terinspirasi dari Gunung Kawi di Jawa Timur. Melalui kisah tersebut, film mengangkat tema pesugihan yang dibalut pesan moral mengenai bahaya mencari jalan pintas demi memperoleh kesuksesan atau kekayaan secara instan.
Selain menghadirkan unsur horor, film ini juga menyelipkan latar sosial tahun 1998 yang memperkuat konflik karakter Andrew sebagai ayah keturunan Tionghoa yang berusaha melindungi keluarganya. Pendekatan tersebut membuat cerita terasa lebih emosional dan memiliki kedalaman yang lebih luas.
Salah satu kekuatan film ini terletak pada penggunaan dialek Jawa khas kawasan Gunung Kawi yang tetap mudah dipahami melalui dukungan subtitle Bahasa Indonesia. Kehadiran para pemain dari semesta Yowis Ben seperti Bayu Skak, Joshua Suherman, Brandon Salim, dan Tutus Thomson juga menambah daya tarik tersendiri bagi penonton.
Dari sisi komedi, film ini menampilkan keseimbangan yang cukup baik dengan unsur horor. Joshua Suherman bahkan terlibat sebagai konsultan komedi untuk memastikan setiap humor yang muncul tetap mendukung alur cerita tanpa mengurangi ketegangan dalam adegan-adegan mistis.
Sekuel ini juga menghadirkan sejumlah karakter baru seperti Aruna yang diperankan Jihane Almira dan Kina yang dimainkan Elsa Japasal. Kehadiran mereka memperluas semesta cerita sekaligus memberikan dinamika baru dalam perjalanan para tokoh utama.
Tak hanya itu, aktor senior dan seniman tradisional seperti Cak Kartolo serta Marwoto turut memperkuat nuansa budaya lokal dalam film. Kehadiran mereka menjadi penghubung antara unsur supranatural dan nilai-nilai budaya Jawa yang menjadi fondasi cerita.
Secara keseluruhan, Sekawan Limo 2: Gunung Klawih berhasil mengembangkan formula sukses film pertamanya melalui cerita yang lebih luas, karakter yang bertambah, serta eksplorasi horor-komedi yang semakin matang. Film ini juga membuka peluang bagi pengembangan waralaba Sekawan Limo di masa mendatang.
Sumber : Antara
Baca juga : Sekawan Limo Ditonton oleh 2,2 Juta Penonton







Comments