CulinaryLifestyle

Peneliti UNG Kembangkan Minuman Effervescent Kunyit, Berpotensi Turunkan Kolesterol

0
Obat kanker dari kunyit
minuman dari kunyit (JIBI)
STARJOGJA.COM, Info –  Tim peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengembangkan inovasi minuman effervescent berbahan dasar kunyit (Curcuma domestica) yang berpotensi membantu menurunkan kadar kolesterol sekaligus mencegah aterosklerosis atau penumpukan plak pada pembuluh darah.
Ketua tim peneliti UNG, Zulkifli B. Pomalango, mengatakan aterosklerosis menjadi salah satu penyebab utama penyakit jantung dan stroke. Melalui riset tersebut, kunyit yang selama ini identik sebagai bahan jamu tradisional diolah menjadi minuman praktis dengan cita rasa lebih mudah diterima masyarakat.
“Penumpukan plak kolesterol di pembuluh darah sering kali dijuluki sebagai pembunuh senyap. Kondisi inilah yang menjadi biang kerok utama penyakit jantung dan stroke, namun siapa sangka jika solusi melawan ancaman serius ini ternyata tersimpan rapi di dapur kita,” kata Zulkifli, Rabu (22/7/2026).
Penelitian yang dilakukan bersama Mohamad Aprianto Paneo, Nasrun Pakaya, La Ode Aman, dan Ariani H. Hutuba menghasilkan serbuk effervescent yang saat dilarutkan menghasilkan minuman berwarna oranye cerah dengan aroma khas kunyit dan rasa manis.
“Minuman ini terbukti mampu menjadi senjata ampuh untuk mencegah aterosklerosis dan menurunkan kadar kolesterol secara signifikan,” ujarnya.
Menurut Zulkifli, manfaat utama produk tersebut berasal dari kandungan kurkumin, senyawa aktif dalam kunyit yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Tim peneliti menggunakan pemodelan molekuler Autodock-vina dan menemukan bahwa kurkumin berpotensi menghambat proses penumpukan kolesterol yang memicu aterosklerosis.
Selain itu, tim juga melakukan uji praklinis pada tikus dengan kadar kolesterol tinggi yang diinduksi menggunakan margarin. Hasil pengujian menunjukkan kadar kolesterol hewan uji turun dari sekitar 290 mg/dL menjadi 165 mg/dL pada minggu pertama setelah mengonsumsi effervescent kunyit secara rutin.
Penurunan tersebut berlanjut pada minggu kedua hingga mencapai 143 mg/dL, mendekati kisaran normal. Sementara itu, hasil uji mutu produk menunjukkan minuman memiliki pH sekitar 5,9 dengan waktu larut sekitar empat menit 20 detik sehingga dinilai nyaman dikonsumsi.
Zulkifli menilai inovasi tersebut membuka peluang pemanfaatan bahan herbal lokal sebagai alternatif alami untuk membantu menjaga kesehatan jantung dan menurunkan kadar kolesterol. Meski demikian, hasil penelitian ini masih memerlukan pengembangan dan uji klinis lebih lanjut pada manusia sebelum dapat digunakan secara luas sebagai terapi.
“Formulasi ini membuktikan bahan alami lokal kita, jika diolah dengan sentuhan teknologi farmasi yang tepat, bisa menjadi senjata ampuh melawan penyakit degeneratif,” katanya.
Sumber : Antara
Bayu

Diet Viking Erling Haaland Viral, Ahli Ingatkan Tak Semua Orang Cocok Menirunya 

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Culinary