STARJOGJA.COM, Info – Pola makan striker Manchester City Erling Haaland atau yang dikenal sebagai Diet Viking tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Diet dengan asupan hingga 6.000 kalori per hari itu dinilai mampu menunjang performa fisik sang pemain, namun para ahli mengingatkan pola makan tersebut tidak cocok diterapkan oleh semua orang.
Diet Viking merupakan variasi dari pola makan paleo yang menekankan konsumsi makanan utuh dan minim proses pengolahan. Salah satu ciri khasnya adalah konsep “nose to tail”, yakni mengonsumsi hampir seluruh bagian hewan, termasuk hati, jantung, hingga sumsum tulang.
DIkutip dari Korean Times, dalam kesehariannya, Haaland dikabarkan mengawali hari dengan roti sourdough, telur, serta kopi yang dicampur susu dan sirup maple. Saat makan siang, ia mengonsumsi ikan, nasi goreng telur, asparagus, hingga jeroan sapi.
Pada malam hari, pemain asal Norwegia tersebut disebut mengonsumsi lebih dari satu kilogram daging merah seperti ribeye atau steak tomahawk yang disajikan bersama kentang, salad, dan susu.
Meski terdengar menarik, para pakar kesehatan mengingatkan bahwa pola makan tersebut disusun untuk memenuhi kebutuhan energi atlet profesional yang memiliki aktivitas fisik sangat tinggi.
Konsumsi jeroan secara berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol dan purin yang berisiko memicu asam urat. Selain itu, hati sapi mentah juga berpotensi mengandung bakteri, parasit, maupun virus hepatitis E.
Asupan daging merah dalam jumlah besar setiap hari juga dinilai dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan kanker kolorektal apabila diterapkan oleh masyarakat umum yang tidak memiliki kebutuhan energi setinggi atlet elite.
Para ahli menyarankan kebutuhan protein orang dewasa sehat umumnya berkisar satu gram per kilogram berat badan per hari. Mengonsumsi protein jauh di atas kebutuhan tubuh secara terus-menerus belum tentu memberikan manfaat tambahan dan justru dapat meningkatkan asupan kalori serta lemak jenuh berlebihan.
Sumber : Antara





Comments