STARJOGJA.COM, JOGJA— Mahasiswa Program Studi Kriya dan Desain Mode Kriya Batik, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menggelar pameran karya bertajuk “Sapa Waktu” di Teras 1 Malioboro, Yogyakarta.
Pameran perdana mahasiswa angkatan 2024 ini menghadirkan karya dari kedua program studi yang digelar di ruang publik agar dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Ketua Pelaksana Pameran Sapa Waktu, Aulia Oktaviana, mengatakan tema besar pameran ini memaknai waktu bukan sekadar hitungan jam atau rangkaian peristiwa, tetapi juga ingatan manusia atas kehidupan yang terus bergerak.
“Waktu bukan sekedar jam dan peristiwa, tetapi juga ruang ingatan manusia atas hidupnya yang dinamis. Melalui pameran ini, kami ingin mengajak pengunjung mengingat masa lalu, menjalani masa kini, dan menatap masa depan,” jelas Aulia saat ditemui di lokasi pameran pada Kamis, 22 Juli 2026.
Aulia menjelaskan karya-karya yang dipamerkan meliputi lima bidang minat kriya, yakni kriya logam, kriya kayu, kriya tekstil, kriya kulit, dan kriya keramik, serta karya desain mode dari program studi Desain Mode Kriya Batik (DMKB).
“Produknya lebih ke kriya dan desain mode kriya batik. Kriya itu ada lima minat utama, sementara DMKB lebih ke fashion-nya. Ketika ditempatkan dalam satu ruang, karya-karya itu membentuk narasi yang menunjukkan bahwa masa lalu, masa kini, dan masa depan tidak pernah benar-benar berpisah,” ujar Aulia.
Aulia menambahkan, tantangan terbesar dalam menyusun pameran ini adalah menyatukan berbagai sudut pandang para seniman tanpa menghilangkan karakter masing-masing karya, mengingat setiap karya kriya dibuat dari material berbeda sehingga memiliki bahasa visual dan cara bercerita yang berbeda pula.
“Tantangannya adalah menyatukan berbagai sudut pandang dari para seniman tanpa menghilangkan karakter masing-masing. Kami berusaha menemukan benang merah dari keberagaman itu sehingga bisa saling berkaitan menjadi satu narasi,” ujarnya.
Aulia berharap para pengunjung tidak hanya memandang karya-karya yang dipamerkan sebagai objek visual semata, tetapi juga sebagai ruang untuk merenung.
“Saya berharap para pengunjung tidak hanya melihat sebagai objek visual, tetapi juga sebagai ruang untuk berefleksi. Jika pameran ini dapat membuat pengunjung berhenti sejenak untuk merenungi waktunya sendiri, maka tujuan pameran ini sudah tercapai,” katanya.
Pameran Sapawaktu berlangsung mulai tanggal 19 hingga 25 Juli 2026, pukul 09.00 hingga 21.00 WIB. Informasi lebih lanjut mengenai pameran ini dapat diakses melalui akun Instagram @Sapawaktu.
Baca juga: Pameran Arundhati Kenalkan Karya dari Dua Seniman Senior Yogyakarta
Penulis: Khoirul Fitrian Baroroh







Comments