STARJOGJA.COM, Info – Tokoh Islam Amerika Serikat asal Indonesia, Shamsi Ali menyebut jumlah Muslim di Amerika Serikat saat ini diperkirakan mencapai 10 hingga 15 juta jiwa. Angka tersebut disebut jauh lebih besar dibanding data resmi pemerintah yang hanya mencatat sekitar 5 hingga 7 juta Muslim.
“Data resmi yang ada saat ini masih undercounting. Jumlah sesungguhnya telah melampaui dua kali lipat angka yang dipublikasikan,” ujar Shamsi Ali Sabtu (23/5/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Senat Terbuka Penganugerahan UMY Awards 2026 yang digelar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Menurut Shamsi Ali, perbedaan data tersebut bukan sekadar persoalan teknis pendataan, tetapi juga berkaitan dengan minimnya pengakuan terhadap kontribusi komunitas Muslim di Amerika Serikat.
Ia juga memaparkan profil Muslim Amerika Serikat yang dinilai berbeda dari stereotipe yang selama ini berkembang. Berdasarkan data Pew Research Center, mayoritas Muslim di Amerika berusia di bawah 40 tahun dengan tingkat pendidikan tinggi yang melampaui rata-rata nasional.
“Kebanyakan dari mereka mendominasi bidang kedokteran, teknologi informasi, teknik, dan hukum,” imbuhnya.
Shamsi Ali menjelaskan pertumbuhan komunitas Muslim juga terlihat dari meningkatnya jumlah masjid di Amerika Serikat. Jika pada awal 1960-an hanya terdapat sekitar 200 masjid, kini jumlahnya disebut telah melampaui 4.500 masjid di berbagai wilayah Amerika.
Selain itu, ia menyebut sekitar 20 hingga 25 persen Muslim di Amerika Serikat merupakan mualaf. Mayoritas berasal dari kalangan Afrika-Amerika dan Latin, namun belakangan tren perpindahan agama juga mulai datang dari warga kulit putih Amerika.
“Sekitar 20 hingga 25 persen Muslim di Amerika Serikat saat ini adalah mualaf, mayoritas berasal dari kalangan Afrika-Amerika dan Latin. Dalam tren terbaru, gelombang konversi juga mulai datang dari kelompok yang sebelumnya jarang dikaitkan dengan Islam, yaitu warga kulit putih Amerika,” ungkapnya.
Menurut Shamsi Ali, Islam mulai dipandang sebagai agama yang rasional dan mampu menjawab kebutuhan spiritual sebagian masyarakat Amerika. Dengan tingkat fertilitas Muslim yang terus meningkat, ia memperkirakan pengaruh komunitas Muslim di Amerika Serikat akan semakin besar dalam beberapa dekade mendatang.
“Pengaruhnya bisa mencapai 15 hingga 20 persen di berbagai sektor kehidupan nasional,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Shamsi Ali juga menerima penghargaan UMY Awards 2026 atas kontribusinya dalam pengembangan dakwah dan komunitas Islam di Amerika Serikat selama bertahun-tahun.
Sumber : Antara
Baca juga : Muslim Pro Temani Gaya Hidup Muslim selama Bulan Ramadan







Comments