STARJOGJA.COM, JOGJA— Komunitas Baca Bareng Jogja adalah komunitas membaca senyap yang ada di wilayah Yogyakarta.
Aditya Hermawan sebagai inisiator komunitas ini mengungkapkan bahwa komunitas ini mengusung semangat untuk memerdekakan membaca.
“Kita berusaha untuk mempromosikan bahwa membaca itu adalah kegiatan yang bisa diterima oleh siapapun, bisa dilakukan oleh siapapun di manapun mereka berada, apapun bahan bacaannya,” Jelas Adit.
Komunitas yang berdiri sejak tahun 2024 ini sudah terdaftar resmi sebagai bagian dari Silent Book Club Global.
Baca Bareng Jogja memiliki konsep unik, yaitu membaca dalam keheningan secara ramai-ramai. Aditya menambahkan bahwa kegiatan ini lahir dari keresahan para pembaca introvert yang ingin bersosialisasi tanpa harus kehabisan energi sosial.
“Jadi kami pengen sebuah kegiatan yang kita bisa sendirian tapi bareng-bareng atau bahasa inggrisnya itu being alone together,” ujar inisiator komunitas tersebut.
Melalui konsep ini, para pembaca dapat berkumpul di satu lokasi hingga puluhan orang tanpa ada tuntutan sosial untuk saling berkenalan atau berbasa-basi. Mereka cukup datang, membaca buku pilihan masing-masing dalam keheningan selama satu jam, mengambil foto dokumentasi bersama, lalu pulang.
“Selain memerdekakan membaca, kami juga mengenalkan habit membaca kepada semua orang. Kita membuat kegiatan membaca itu menjadi sebuah kegiatan yang menyenangkan dulu biar orang merasa nyaman dengan membacanya” tambahnya lagi.
Komunitas Baca Bareng Jogja juga sangat memegang teguh prinsip inklusivitas finansial. Adit mengaku bahwa pihaknya sengaja memilih ruang-ruang publik terbuka hijau yang gratis dan mudah diakses oleh transportasi umum, seperti kawasan UGM, UNY, hingga Malioboro.
Selain pertimbangan finansial tersebut, Adit menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah agar orang-orang dapat melihat bahwa membaca di tempat umum merupakan kegiatan yang wajar.
“Justru kami melakukan kegiatan ini biar dilihat orang. Biar mereka tahu kalau membaca itu enggak apa-apa dilakukan di tempat umum dan bisa dinikmati dalam suasana seperti apa pun,” tutur Adit.
Kehadiran Baca Bareng Jogja ini mematahkan stigma publik yang menyebutkan bahwa minat baca generasi muda, khususnya Gen Z, sangat rendah akibat gempuran distorsi digital. Padahal sebaliknya, justru 90% peserta dalam komunitas ini berasal dari kalangan Gen Z.
Bagi masyarakat yang tertarik untuk bergabung, komunitas ini dapat diikuti secara langsung dengan memantau jadwal dan lokasi kegiatan berikutnya melalui akun Instagram resmi @bacabareng.jogja. atau join ke WhatsApp community-nya Baca Bareng Jogja.
Baca juga: Rekomendasi Bacaan Sastra untuk Mengisi Libur Panjang
Penulis: Ulima Fauzia Elisa







Comments