Kab SlemanNews

Sleman Perkuat Mitigasi Bencana Jelang Puncak Musim Hujan Februari 2027

0
mitigasi sleman
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Bambang Kuntoro (humas sleman)

STARJOGJA.COM, Info – Pemerintah Kabupaten Sleman memperkuat kesiapsiagaan lintas instansi untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi selama musim hujan 2026–2027. Berdasarkan proyeksi BMKG, musim hujan di Sleman diperkirakan mulai pada dasarian III November 2026, mencapai puncak pada Februari 2027, dan berakhir secara bertahap pada April 2027.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Bambang Kuntoro, A.P., M.Si., mengajak masyarakat menerapkan prinsip Tanggap, Tangkas, dan Tangguh dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem. Mengacu pada Surat Edaran Kepala BNPB Nomor 4 Tahun 2026, BPBD mendorong warga dan aparatur lingkungan menjalankan delapan langkah kesiapsiagaan.

“Kesiapsiagaan harus dimulai dari lingkup terkecil, yaitu diri sendiri dan keluarga. Mari bersama-sama kita bersihkan lingkungan, pantau informasi resmi BMKG, dan tingkatkan koordinasi di level RT/RW agar kita dapat melewati musim hujan ini dengan aman dan minim risiko,” ujar Bambang.

Langkah tersebut meliputi pemetaan risiko lingkungan secara mandiri melalui aplikasi Inarisk, penyiapan tas siaga bencana, pemantauan informasi cuaca, serta mengaktifkan kembali kearifan lokal seperti kentongan dan alarm darurat.

Dari sisi infrastruktur, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman melakukan inventarisasi serta pembersihan saluran drainase dan irigasi di sejumlah titik rawan genangan. Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPKP Sleman, Haryadi Widodo, S.T., M.T., menyebut puluhan lokasi telah ditangani melalui UPTD PSDA wilayah barat, tengah, dan timur.

“Pekerjaan mayoritas berfokus pada pembersihan sedimen dan tumpukan sampah di saluran irigasi. Di lapangan, petugas kami kerap menghadapi kendala seperti saluran yang tertutup sampah, sedimentasi tinggi, penyempitan akibat rumpun bambu, hingga saluran yang terhambat utilitas seperti kabel optik, pipa PDAM, dan gorong-gorong yang amblas.”

Selain drainase, Pemkab Sleman juga mengantisipasi risiko pohon tumbang akibat angin kencang pada masa peralihan musim. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman memprioritaskan mitigasi terhadap sekitar 20 ribu hingga 22 ribu pohon perindang milik pemerintah daerah yang tersebar di berbagai wilayah.

Kepala DLH Sleman, Junaidi, S.S.T., menjelaskan sebagian pohon mengalami kerontokan dan kekeringan setelah kemarau panjang. Kondisi tersebut berpotensi membuat dahan maupun akar lebih rentan saat diterpa angin kencang.

“Kondisi pohon saat kemarau banyak yang meranggas dan kering, sehingga dahan serta akarnya menjadi rapuh dan rawan tumbang jika diterpa angin kencang. Kami memprioritaskan penanganan di jalan nasional seperti Ring Road, Jalan Magelang, dan Jalan Solo, serta jalan provinsi maupun kabupaten.”

Penanganan dilakukan secara bertahap oleh dua tim pemeliharaan yang masing-masing terdiri atas sembilan personel. Tim dilengkapi dump truck, mobil skylift, gergaji mesin, serta rambu pengaman untuk mendukung pekerjaan di lapangan.

DLH melakukan pemangkasan tajuk pohon guna mengurangi beban, serta menebang pohon yang sudah berlubang atau kering. Penggantian pohon juga dilakukan secara bertahap dengan jenis yang dinilai memiliki perakaran lebih kokoh, seperti tanjung, glodogan payung, bungur, dan asem.

Sementara itu, Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman turut memetakan potensi kerusakan infrastruktur permukiman. Ancaman yang diantisipasi mencakup banjir dan genangan akibat kapasitas drainase yang terbatas, kerusakan talud dan dinding penahan tanah, hingga gangguan sistem sanitasi serta pelayanan air minum akibat meningkatnya kekeruhan sumber air baku.

Kepala Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman, Rahmadi, S.T., M.T., menyatakan personel dan peralatan telah disiagakan untuk merespons laporan kerusakan infrastruktur dari masyarakat.

Pemkab Sleman berharap koordinasi masyarakat di tingkat RT/RW, gotong royong membersihkan saluran air, serta kesiapan tim teknis pemerintah daerah dapat berjalan beriringan. Upaya tersebut ditujukan untuk menekan risiko dan dampak bencana hidrometeorologi selama musim hujan berlangsung.

 

Sumber : humas sleman

Baca juga : Raperda Penyelenggaran Penanggulangan Bencana, Perkuat Mitigasi di Sleman

Bayu

Berton-ton Makanan Rusak Usai Sistem Pendingin Supermarket di Jerman Diretas

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Kab Sleman