“Itu karena komitmen visi-visi Pak Bupati bahwa tahun 2026 itu kita mulai dengan gerakan Sleman Dalane Alus,” kata Suparman Senin (26/10/2026).
Dinas PUPKP Sleman mengagendakan perbaikan jalan sepanjang 26 kilometer pada 2026, mencakup jalan kabupaten dan jalan desa di 86 kalurahan. Hingga Oktober, realisasinya disebut sudah hampir tuntas.
“2026 ini 26 km kita sudah realisasikan semuanya. 99% kita sudah realisasikan, baik itu jalan desa maupun jalan kabupatennya, ya sudah terpenuhi,” ujarnya.
Selain perbaikan, pemeliharaan rutin dan penambalan jalan berlubang tetap disiagakan setiap tahun. Menjelang musim hujan, Bina Marga juga mulai mengantisipasi banjir akibat saluran tersumbat, terutama sampah, bersama DLH dan instansi sumber daya air.
“Kendalanya untuk yang perbaikan jalan dipastikan itu dari sisi anggaran,” kata Suparman.
Karena anggaran terbatas, Pemkab mencari alternatif, di antaranya mengajukan permohonan ke tingkat nasional lewat program Inpres Jalan Daerah (IJD). Untuk 2027 program dipastikan berlanjut, tetapi targetnya kemungkinan turun mengikuti efisiensi anggaran.
Tantangan lain datang dari kondisi tanah dan beban kendaraan. Di wilayah barat seperti Minggir dan Moyudan, tanah ekspansif membuat biaya perbaikan jalan lebih tinggi.
“Yang sisi barat misalkan Minggir dan Moyudan karena tanahnya ekspansif,” ujarnya.
Kendaraan bermuatan berat yang melebihi kapasitas juga mempercepat kerusakan jalan. Untuk menekannya, Bina Marga bekerja sama dengan Forum Lalu Lintas, kepolisian, dan Dinas Perhubungan untuk mengarahkan truk ke jalur yang kuat, termasuk jalan beton dari Cangkringan menuju jalur nasional.
“Yang kedua itu overload sih sebetulnya. Overload kendaraan, muatan berat dan sebagainya,” kata Suparman.
Dengan panjang jalan kabupaten sekitar 733 kilometer pada 2025, kondisi ideal membutuhkan penanganan sekitar 70 kilometer per tahun. Suparman berharap persentase jalan mantap naik sekitar satu persen setiap tahun, dengan prioritas di tiap kapanewon.
“Jadi tidak membedakan wilayah,” katanya.
Lita warga Kalasan, Sleman mengaku jalanan di wilayahnya sudah berubah drastis. Dahulu banyak jalan berlobang, kini jalanan tersebut sudah halus.
“Saya sebagai warga Kalasan, merasakan jalanan di sekitar saya terutama di jalan Kepatihan Kalasan itu sudah sangat alus, dan tidak nggronjal lagi. Dulu kalau lewat jalan ini tu ada beberapa yang bolong. Saya tidak tahu kapan ya diperbaikinya, tapi yang jelas tahun ini dan sekarang sudah bagus banget,” katanya.







Comments