Kab SlemanNews

Tahun 2026 Sleman Pintar Biayai Kuliah 500 Mahasiswa Kurang Mampu

0
SLeman Pintar digitalisasi bansos sleman
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Wawan Widiantoro, S.I.P., M.P.A. menjelaskan soal Program Sleman Pintar (starfm)

STARJOGJA.COM, Info – Program Sleman Pintar yaitu memberi bantuan biaya kuliah dari Pemerintah Kabupaten Sleman bagi anak dari keluarga kurang mampu, terus diperluas sejak diluncurkan pada 2022. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Wawan Widiantoro, S.I.P., M.P.A., menyebut tujuan utamanya adalah memutus rantai kemiskinan lewat jalur pendidikan tinggi.

“Sleman Pintar itu konsepnya, kalau dari definisi awamnya, pemberian biaya siswa dari pemerintah Kabupaten Sleman kepada anak-anak miskin atau kurang mampu di Kabupaten Sleman untuk bisa mencapai pendidikan perguruan tinggi untuk memutus rantai kemiskinan,” kata Wawan Senin (26/10/2026).

Pada tahun pertama, program ini baru menjangkau sekitar 120 mahasiswa, lalu volumenya terus bertambah hingga 2026. Tahun ini kuota penerima manfaat program Sleman Pintar mencapai 500 mahasiswa, sementara pendaftarnya mencapai sekitar 1.250 orang.

“Untuk 2026 ini saja kuotanya kita 500 mahasiswa dari anak-anak kurang mampu. Yang mendaftar untuk tahun 2026 ini 1250-an. Jadi memang ketat persaingannya,” ujarnya.

Pemkab Sleman bekerja sama dengan 40 perguruan tinggi yang memiliki lebih dari 200 program studi, mulai dari D3 hingga S1, sehingga penerima bisa memilih sesuai minat dan cita-cita. Sepanjang 2022-2026, jumlah penerima diperkirakan sudah sekitar 1.200 orang.

“Target kita selain jumlah tentu saja juga kualitas. Artinya setelah lulus itu kalau bisa segera mendapatkan pekerjaan, baik formal maupun informal,” tuturnya.

Dari 139 lulusan yang sudah tercatat, sekitar 60 persen telah bekerja di sektor formal, sedangkan sisanya berwiraswasta atau masih mencari pekerjaan. Jumlah lulusan bertambah 56 orang dari Universitas Amikom pada Sabtu (24/10)  lalu, sehingga totalnya mendekati 200 orang.

Kini, Pemkab Sleman terus melakukan inovasi dengan mempercepat penyerapan kerja, Dinsos mengembangkan Sleman Pintar Plus-plus bersama Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) dan dunia usaha. Program sarjana ini didesain dengan dua tahun kuliah dan satu setengah tahun magang.

“Itu didesain 2 tahun kuliah di perguruan tinggi, di kampus. Yang 1,5 tahun magang di perusahaan-perusahaan. Dan ketika magang itu sudah mendapatkan uang saku sesuai dengan UMR setempat,” kata Wawan.

Sebagian peserta magang ditempatkan di perusahaan di Karawang, Jawa Barat, dengan UMK sekitar Rp6,8 juta. Sekitar 15 peserta berprestasi langsung diangkat menjadi karyawan tetap, dan ada sebagian lulusan  yang sudah diterima di PT KAI dan Peruri sebelum lulus.

Bupati Sleman beberapa waktu lalu juga mengumpulkan 100 perusahaan di DIY agar mahasiswa Sleman Pintar ini bisa magang di dalam daerah.

” Jadi anak-anak ini tidak harus ke luar kota. Kalau mereka bisa di sini ya kan bisa juga, dengan perusahaan yang ada di DIY ini,” katanya

Dari sisi pembiayaan, Pemkab Sleman menanggung SPP penerima, sedangkan biaya lain seperti wisuda dan laboratorium menjadi kewajiban kampus.

“Kita membayari memang SPP semesternya, tapi ada maksimalnya 8 semester yang kita bayarin,” ujarnya.

Soal dampak terhadap kemiskinan ekstrem, Wawan mengakui evaluasi menyeluruh belum dilakukan. Dari pengamatan kasar, lulusan yang sebelumnya belum bekerja kini sudah menambah pendapatan keluarga.

“Belum kita ukur, tapi segera akan kita lakukan,” kata Wawan.

Salah satu penerima manfaat Sleman Pintar Fajar Nur Said Warga Wedomartani, Ngemplak, Sleman mengaku mendapatkan informasi program Sleman Pintar dari padukuhan. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya Sleman Pintar ini karena tidak khawatir akan biaya pendidikan.

“Alhamdulillah saya bersyukur karena program ini saya dapat melanjutkan pendidikan. Program ini juga meringankan beban pendidikan, sehingga saya bisa lebih fokus belajar dan mengembangkan kemampuan dan masa depan saya,” katanya.

Fajar berharap program ini terus berjalan dan menjangkau lebih banyak anak anak di Sleman agar mendapatkan pendidikan dan masa depan yang lebih baik.

“Semoga Sleman Pintar ini terus berjalan dan bisa menjangkau lebih banyak pelajar yang membutuhkan dan membantu adik adik selanjutnya untuk terus semangat belajar dan tidak menyerah karena keterbatasan biaya,” katanya.

Bayu

Sleman Dalane Alus: 26 Km Jalan Rampung Diperbaiki hingga Oktober 2026 

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Kab Sleman