FeatureKota JogjaNews

Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Akselerasi Gerakan Gemarikan untuk Dukung Kedaulatan Pangan

0
Gemarikan

STARJOGJA.COM,JOGJA. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan terus memacu Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Langkah strategis ini diambil untuk meningkatkan konsumsi gizi masyarakat, memperkuat kedaulatan pangan daerah, sekaligus mendukung pencegahan angka stunting di wilayah DIY.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, R. Heri Sulistio Hermawan, S.Pi., M.T., mengungkapkan bahwa ikan merupakan sumber pangan hayati strategis yang kaya akan protein, asam amino esensial, vitamin, dan mineral yang sangat dibutuhkan tubuh.

“Selain memenuhi kebutuhan nutrisi masyarakat, sektor perikanan memiliki nilai ekonomis tinggi yang mampu menggerakkan roda perekonomian lokal, mulai dari pembudidaya, nelayan, kelompok pengolah, hingga pemasar ikan,” ujar Heri dalam obrolan Bicara Jogja di STAR FM.

Ia mengatakan saat ini, sektor perikanan DIY disokong oleh sekitar 60.000 pelaku usaha budidaya, 6.500 nelayan, dan 480 pelaku pengolah ikan terdaftar. Dari segi produksi, sektor perikanan tangkap menyumbang sekitar 7.700 ton per tahun, sementara sektor budidaya menghasilkan hingga 99.000 ton.

Komoditas air tawar yang dominan diproduksi di DIY antara lain lele, nila, gurami, dan patin, disamping udang galah dan vaname. Sedangkan untuk hasil tangkapan laut didominasi oleh tuna, layang, cakalang, dan layur.

“Total produksi saat ini telah mencukupi sekitar 72 persen dari total kebutuhan konsumsi ikan di DIY, sementara sisanya didistribusikan dari daerah tetangga,” jelasnya.

Tingkat konsumsi ikan masyarakat DIY terus menunjukkan tren positif. Angka konsumsi ikan telah mencapai 36,3 kg per kapita per tahun. Meski demikian, angka ini diakui masih berada di bawah rata-rata konsumsi nasional yang berkisar pada 58 kg per kapita per tahun.

Menurut Heri, tantangan utama meningkatkan angka konsumsi ini terletak pada preferensi dan kebiasaan masyarakat yang belum menjadikan ikan sebagai pilihan menu utama harian.

“Kami perlu usaha ekstra untuk mengubah pola pikir masyarakat mengenai pentingnya gizi ikan, sekaligus mengedukasi cara pengolahan yang praktis dan lezat,” jelasnya.

Sejalan dengan prioritas nasional, Dinas Kelautan dan Perikanan DIY juga siap mengawal ketercukupan stok dan kualitas menu perikanan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Olahan praktis seperti fillet nila, gurami, patin/dori, lele, serta produk olahan berbasis ikan laut disiapkan untuk menunjang gizi anak-anak sekolah.

Untuk merangkul generasi muda (Gen Z) dan anak kos yang menyukai hal praktis, dinas menggeser pola edukasi ke ranah digital melalui media sosial (Instagram @dislautkandiy) serta menggelar festival dan lomba olahan resep kekinian yang minim bau amis dan duri.

Menyambut Hari Ikan Nasional mendatang, DKP DIY menjadwalkan puncak acara peringatan pada 19 November dengan serangkaian kegiatan, mulai dari lomba konten kreatif, pemilihan Duta Gemarikan, hingga talkshow interaktif.

Agnez Mo Bintangi Film C.L.A.Y. Bersama Nicolas Cage dan Michael Sheen

Previous article

Hadirkan Layanan Premium di Jogja, Juragan 99 Trans Tetapkan Standar Baru Transportasi

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Feature