FeatureKota JogjaNews

Bakpia Krishna Jogja Padukan Cita Rasa Tradisional dan Inovasi

0
Bakpia Krishna

STARJOGJA.COM,JOGJA. Lebih dari sekadar makanan khas, bakpia juga menjadi bagian dari tradisi keluarga saat berwisata, berkunjung ke kerabat, hingga berbagi kenangan setelah pulang dari Kota Jogja.Bakpia Krishna Jogja Padukan Cita Rasa Tradisional dan Inovasi

Melihat kuatnya tradisi tersebut, Bakpia Krishna Jogja menghadirkan beragam pilihan oleh-oleh yang memadukan cita rasa tradisional dengan inovasi rasa sesuai perkembangan selera masyarakat.

Verawaty, S.E., M.M., Koordinator & Marketing Bakpia Krisna Jogja, menjelaskan bahwa mempertahankan cita rasa khas bakpia sekaligus mengikuti perkembangan selera konsumen menjadi bagian penting dalam pengembangan produk.

Menurutnya, bakpia dengan isian kacang hijau tetap dipertahankan sebagai pilihan klasik. Sementara itu, varian cokelat, keju, dan kumbu hitam turut dihadirkan untuk memberikan alternatif bagi konsumen dengan selera berbeda.

“Tradisionalnya tetap kita pertahankan dari sisi pemilihan bahan baku dan rasa. Kemudian, dari sisi varian, penambahan rasa harus mengikuti perkembangan selera anak muda sekarang,” jelas Verawati dalam perbincangan tersebut.

Ia mengatakan Keberagaman rasa menjadi salah satu cara menghadirkan bakpia sebagai pilihan buah tangan bagi seluruh anggota keluarga. Orang tua dapat memilih varian klasik, sedangkan anak-anak dan generasi muda bisa mencoba rasa yang lebih modern.

Selain bakpia, Bakpia Krishna Jogja juga menyediakan bakpia kukus dengan tujuh pilihan rasa, varian mix rainbow, pia crispy, yangko, dan wingko.

“Beragam produk tersebut memberikan pilihan bagi keluarga yang ingin membawa pulang lebih dari satu jenis oleh-oleh,” terangnya.

Verawati menyebutkan, bakpia kacang hijau masih menjadi salah satu varian yang banyak diminati konsumen. Sementara itu, untuk bakpia kukus, varian cokelat, termasuk brownies cokelat dan original cokelat, menjadi pilihan favorit berdasarkan pengalaman penjualan yang disampaikan dalam wawancara.

Dengan pilihan tersebut, membeli oleh-oleh dapat menjadi kegiatan bersama keluarga, mulai dari menentukan rasa hingga memilih produk yang sesuai dengan selera orang-orang terdekat.

Selain menghadirkan variasi rasa, kualitas produk menjadi perhatian Bakpia Krishna Jogja. Verawati menjelaskan bahwa pemilihan bahan baku, proses pengolahan yang higienis, penggunaan alat pelindung diri oleh karyawan, serta kemasan menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas.

“Kemasan produk juga dirancang dengan ornamen yang menggambarkan Yogyakarta. Dengan begitu, oleh-oleh yang dibawa pulang tidak hanya menghadirkan cita rasa, tetapi juga menjadi pengingat perjalanan dan pengalaman selama berada di kota ini,” lanjutnya.

Aspek kesegaran juga diperhatikan, terutama bagi konsumen yang membeli produk untuk dibawa ke luar kota. Menurut Verawati, masa simpan setiap produk berbeda-beda. Bakpia kacang hijau memiliki masa simpan sekitar tujuh hari, sedangkan bakpia kukus berkisar 10–12 hari.

Karena itu, konsumen disarankan menyesuaikan pilihan produk dengan tujuan dan lama perjalanan. Produk dengan masa simpan lebih panjang dapat menjadi pertimbangan bagi keluarga yang hendak mengirimkan oleh-oleh ke daerah yang jauh.

Kehadiran Bakpia Krishna di Yogyakarta tidak hanya berfokus pada penjualan produk sendiri. Perusahaan juga membuka ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal untuk menitipkan produk mereka di gerai Krishna Mall.

Produk yang ditawarkan mencakup beragam makanan ringan serta barang nonmakanan, seperti batik, sandal, sepatu, dan tas. Konsep ini memberikan alternatif bagi keluarga yang ingin memenuhi berbagai kebutuhan oleh-oleh dalam satu tempat.

Verawati mengatakan, kerja sama juga terbuka bagi pemilik toko oleh-oleh yang ingin menjadi mitra penjualan. Skema kerja sama dapat berupa pembelian langsung maupun sistem titip jual, dengan ketentuan yang disepakati bersama.

Di sisi lain, keberadaan usaha ini turut membuka lapangan pekerjaan bagi warga lokal. Verawati menyampaikan bahwa karyawan Bakpia Krishna Jogja berasal dari masyarakat setempat.

Bakpia Krishna Jogja memiliki lokasi penjualan di Jalan Mataram dan fasilitas produksi di kawasan Jalan Lempuyangan, Yogyakarta. Konsumen yang ingin membeli produk disarankan memperhatikan informasi ketersediaan, harga, promosi, serta masa simpan sebelum melakukan pemesanan.

Ia juga mengungkapkan rencana ekspansi pabrik yang lebih besar pada 2027. Rencana tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas produksi sekaligus membuka peluang penyerapan tenaga kerja tambahan.

Konten kreator sekaligus host live Bakpia Krishna Jogja, Ovira Ananda Rizki, menjelaskan bahwa pemasaran produk dilakukan melalui penjualan langsung dan kanal daring.

Melalui sesi live, konsumen dapat berinteraksi dengan penjual, mengenal berbagai pilihan produk, serta memperoleh informasi mengenai promosi yang tersedia. Produk juga dapat dipesan secara daring untuk dikirim ke berbagai wilayah Indonesia.

Pekerja Laboratorium Rusia Meninggal, Hampir 200 Orang Dipantau

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Feature