Lifestyle

Kecantikan di Era AI Bergeser ke Arah Autentisitas dan Kepercayaan Diri

0
Kecantikan di era AI tren perawatan kecantikan
ratu kecantikan myanmar (ist)

STARJOGJA.COM, Info – Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), standar kecantikan mengalami perubahan yang signifikan. Jika sebelumnya teknologi digital dan filter media sosial mendorong citra wajah sempurna, kini masyarakat justru mulai merindukan kecantikan yang lebih autentik dan natural. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran paradigma, dari mengejar kesempurnaan visual menuju penghargaan terhadap identitas diri dan kepercayaan diri.

AI memungkinkan seseorang menciptakan wajah ideal dalam hitungan detik melalui filter yang mampu menghaluskan kulit, mengubah bentuk wajah, hingga menghilangkan berbagai kekurangan fisik. Namun, semakin berkembangnya teknologi tersebut justru memunculkan kesadaran bahwa kecantikan tidak selalu identik dengan kesempurnaan. Banyak orang mulai mempertanyakan standar kecantikan seragam yang dibentuk algoritma dan memilih tampil lebih alami.

Head of idsMED Aesthetics Indonesia, Marisa Theresia, menilai tren perawatan estetika saat ini lebih mengarah pada hasil yang natural dengan proses praktis dan minim downtime. Masyarakat tidak lagi sekadar ingin mengubah penampilan secara drastis, melainkan berupaya menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.

Aktris dan penyanyi Mikha Tambayong dianggap menjadi representasi perempuan modern yang tetap menjaga penampilan tanpa kehilangan identitas aslinya. Menurut Mikha, kecantikan tidak hanya berkaitan dengan tampilan fisik, tetapi juga kesadaran dalam menjaga kesehatan, pola hidup, serta kepercayaan diri yang tumbuh dari dalam diri.

Pebisnis bidang estetika Andy Rahardja menambahkan bahwa masyarakat modern menginginkan perawatan yang efektif tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari. Sementara itu, dokter estetika dr. Aji Bayu Chandra menekankan pentingnya edukasi dan pendampingan tenaga medis agar masyarakat memahami aspek keamanan dan kesehatan dalam setiap prosedur estetika.

Pada akhirnya, di era AI yang serba digital, kecantikan justru kembali pada nilai-nilai autentik. Kecantikan tidak lagi semata-mata ditentukan oleh kesempurnaan visual, melainkan oleh kesehatan, kenyamanan menjadi diri sendiri, serta kemampuan menerima setiap fase kehidupan dengan percaya diri.

Sumber : Antara

Baca juga : Yuk Lihat Tren Perawatan Kecantikan di Tahun 2024

Bayu

Lagu MBG Bahlil Tunjukkan Sarkasme Bisa Berubah Jadi Personal Branding

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle