LifestyleSport

Cerita Veda Ega dan Mario Aji Hidup di Spanyol 

0
Veda Ega Mario Aji di Spanyol
Veda Ega Mario Aji di Spanyol (antara)
STARJOGJA.COM, Info –  Pembalap Moto3 Veda Ega Pratama dan pembalap Moto2 Mario Suryo Aji membagikan pengalaman mereka selama tinggal di Spanyol untuk menjalani kompetisi balap motor dunia musim 2026. Selain menjalani latihan rutin, keduanya juga mengaku pernah mengalami kejadian tak terlupakan saat ditilang polisi ketika menuju sirkuit.
“Sempat kena tilang pas perjalanan ke sirkuit di sana, Mas Mario yang bayarin,” kata Veda Ega Pratama di Yogyakarta, Minggu (19/7/2026).
Veda mengungkapkan selama menetap di Spanyol dirinya tinggal bersama Mario di kawasan yang sama. Keduanya hampir setiap hari berlatih bersama, mulai dari latihan fisik di pusat kebugaran hingga mengasah kemampuan mengendarai motor sebagai persiapan menghadapi seri balapan dunia.
“Saya tinggal bareng (dengan Mario) di Eropa, tiap hari latihan bareng, pergi ke gym,” katanya.
Pembalap asal Gunungkidul itu juga menceritakan kecintaannya terhadap dunia balap yang tumbuh sejak kecil. Ketertarikannya muncul karena sang ayah, Sudarmono, merupakan mantan pembalap nasional yang sering mengajaknya menyaksikan balapan dan latihan.
“Dulu ayah saya mantan pembalap. Saya beberapa kali ikut menonton balapan dan melihat ayah latihan. Dari situ saya ingin menjadi pembalap dan ayah juga mendukung,” ujarnya.
Veda mengawali karier dari ajang motocross sebelum beralih ke balap road race pada usia sembilan tahun. Setelah berkompetisi di tingkat nasional, ia mulai menembus level internasional sejak 2022.
“Terus lanjut balap nasional dulu, kemudian tahun 2022 mulai naik ke level internasional,” katanya.
Sementara itu, Mario Suryo Aji membenarkan kisah soal insiden tilang yang dialami bersama Veda saat berangkat latihan dari Barcelona menuju Mora. Ia mengaku menjadi orang yang membayar denda tersebut.
“(Betul) saya yang bayar denda tilangnya,” katanya sambil berkelakar.
Mario menjelaskan kehidupan mereka di Spanyol dipenuhi jadwal latihan yang padat. Dalam sepekan, mereka hampir setiap hari menjalani program latihan yang mencakup latihan fisik maupun latihan menggunakan sepeda motor.
“Selama musim berjalan kami di Barcelona, seminggu lima kali pasti ada aktivitas dan hampir setiap hari latihan dengan variasi berbeda, mulai motor hingga fisik,” katanya.
Pembalap Moto2 itu juga mengisahkan awal perjalanannya di dunia balap yang tidak lepas dari sosok sang ayah, almarhum Hartoto, yang juga berprofesi sebagai pembalap. Sejak kecil, Mario sudah akrab dengan dunia motocross dan memiliki ketertarikan besar terhadap sepeda motor.
“Dulu almarhum ayah juga pembalap, jadi saya dikenalkan dunia balap oleh almarhum ayah,” ujarnya.
“Awalnya motocross umur lima atau enam tahun, dulu kalau sehari enggak naik motor, nangis,” katanya.
Sumber : Antara
Bayu

DPRD Sleman Studi Banding ke Diskominfo Surabaya, Pelajari Kolaborasi Media dan Pemerintah Daerah

Previous article

BRIN Temukan Spesies Baru Ikan Gobi Udang di Banyuwangi

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle