Lifestyle

Bermain, Belajar, dan Bertualang di Alam bersama Wanaboba

0
Wanaboba
Wanaboba (starfm)

STARJOGJA.COM, JOGJA—Demi membangun generasi pembelajar, Padukuhan Bangkel di Srimulyo, Piyungan, Kabupaten Bantul, menginisiasi Wanaboba. Wanaboba merupakan Wadah Sinau Bocah Bangkel yang dijadikan semacam wadah untuk menampung anak-anak berkreasi.

Wanaboba memiliki tagline bermain, belajar, dan bertualang. Konsep yang disajikan khusus untuk anak-anak adalah bermain dan belajar di alam sambil berpetualang.

“Kita utamakan anak-anak Bangkel di mana Bangkel banyak area hutannya. Hutan itu sebagai sumber ilmu pengetahuan dan kita banyak kegiatannya berbasis alam,” ujar Umi Puji, Sekretaris Wanaboba dalam Star Playground di Star FM Yogyakarta pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Umi menyebutkan, visi Wanaboba yakni sebagai ruang bertumbuh anak-anak yang ada di Bangkel  dan memiliki harapan agar anak-anak tersebut menjadi anak pembelajar dan mencintai alam. Selain berakar pada alam yang ada di Bangkel, Wanaboba juga berakar pada budaya yang ada di tempat tersebut yang dapat menjadi stimulasi sensorik, motorik, dan memperkuat potensi anak Bangkel itu sendiri.

“Visi itu muncul karena latar belakang yang walaupun di desa yang masih alam, anak-anak juga terkena wabah gadget. Kalo main lebih sering game online daripada menikmati alam, jadi kami berkumpul dan mencari solusi,” jelas Agus Tri, selaku Ketua Wanaboba.

Anak-anak yang tergabung di Wanaboba mulai dari PAUD hingga SMP kelas 7 dengan total 32 anak. Kegiatan Wanaboba biasanya dilakukan sebulan sekali di Sabtu sore dengan kegiatan yang berbeda-beda di setiap pertemuannya.

“Biasanya kita mengamati musim. Kalau musim hujan, kita mengamati tumbuhan liar seperti rerumputan yang kadang bapak-bapak juga enggak tahu namanya,” ungkapnya.

Agus menambahkan bahwa mereka sudah memiliki kurikulum untuk merencanakan permainan dan petualangan apa yang akan dilakukan. Wanaboba juga mengadopsi budaya Enikki dari Jepang untuk menstimulasi bidang literasi anak-anak Bangkel.

“Setiap kegiatan namanya kelas. Ada kelas jelajah tumbuhan liar, kelas dolanan, kelas cerita pohung, kelas pendekar penjaga kalen, kelas menjaga tradisi mensyukuri bumi, kelas api unggun,” ucap Dukuh Bangkel, Ilham Prihatin.

Wanaboba baru berdiri secara terstruktur selama 6 bulan. Di tahun kedua akan didirikan teras baca yang dikumpulkan dari donasi warga berupa kayu dan genting.

“Selain dengan warga Bangkel sendiri, kita juga berkolaborasi dengan brand lokal untuk men-support kegiatan. Support-nya seperti snack atau alat menggambar,” cetusnya.

Wanaboba terbuka untuk kolaborasi bagi siapa saja termasuk yang berasal dari luar Bangkel. Jika ingin berkolaborasi, dapat menghubungi lewat media sosial instagram @wanaboba atau  menghubungi nomor 089673964666.

Baca juga : Mengenal Permainan Tradisional Bersama Komunitas Kampoeng Hompimpa

Penulis : Dwina Kayla

Warga Gaza Rayakan Kemenangan Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Previous article

DPRD Sleman Studi Banding ke Diskominfo Surabaya, Pelajari Kolaborasi Media dan Pemerintah Daerah

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle