Kab SlemanNews

Kasus Leptospirosis di Sleman Capai 112, Dinkes Perketat Kewaspadaan

0
Kasus Leptospirosis Sleman
Kasus Leptospirosis Sleman (antara)

STARJOGJA.COM, Info – Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai peningkatan risiko penyakit menular seiring peralihan menuju musim hujan. Sejumlah penyakit yang menjadi perhatian meliputi leptospirosis, demam berdarah dengue (DBD), infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan diare.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Sleman, dr. Khamidah Yuliati, M.M.R., mengatakan perubahan cuaca, curah hujan tinggi, dan munculnya genangan air perlu diantisipasi melalui peningkatan kewaspadaan serta deteksi dini.

Data Dinas Kesehatan Sleman periode Januari hingga Oktober 2026 atau minggu ke-41 mencatat sebanyak 112 kasus leptospirosis. Tingginya angka tersebut turut dipengaruhi kepadatan populasi tikus di lapangan.

“Kami mengimbau masyarakat agar menghindari kontak langsung dengan air banjir atau genangan yang berpotensi tercemar urine tikus. Apabila harus beraktivitas di lingkungan tersebut, gunakan alat pelindung diri seperti sepatu bot dan sarung tangan, tutup luka dengan pelindung kedap air, serta segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam mendadak dan nyeri otot,” ujar dr. Khamidah Jumat (6/11/2026).

Selain leptospirosis, Dinkes Sleman juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap penularan DBD yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, ratusan kasus infeksi dengue tercatat di wilayah tersebut.

Meski tren DBD sempat menurun berkat pemanfaatan teknologi Wolbachia dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), upaya pencegahan tetap perlu dilakukan secara konsisten melalui gerakan 3M Plus.

“Masyarakat perlu secara rutin menguras dan menutup tempat penampungan air serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Pemantauan jentik secara mandiri melalui peran keluarga dan kader kesehatan sangat penting untuk menekan risiko penularan,” tambahnya.

Perubahan cuaca ekstrem juga berpotensi meningkatkan kasus ISPA dan diare. Untuk mengantisipasinya, masyarakat diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga ventilasi ruangan, serta memastikan air minum yang dikonsumsi aman.

Dinkes Sleman juga mengingatkan warga agar tidak menggunakan antibiotik tanpa resep dokter, terutama ketika mengalami gejala ringan.

Di sisi lain, Pemkab Sleman terus memperkuat surveilans kesehatan dan pemantauan perkembangan penyakit. Koordinasi lintas sektor bersama puskesmas dan pemerintah kalurahan juga dilakukan untuk mendukung deteksi dini serta penanganan di masyarakat.

Masyarakat diharapkan menjaga kebersihan lingkungan rumah, mengenali potensi risiko penyakit, dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala yang mengkhawatirkan.

 

Sumber : humas sleman

Baca juga : Epidemiolog UGM Jelaskan Gejala Leptospirosis, Waspadai Ini

Bayu

Parlemen Paraguay Setujui Pemakzulan Presiden Santiago Pena

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Kab Sleman