FeatureKab SlemanNews

Sleman Perkuat Penyaluran Bansos Tepat Sasaran Lewat Pemutakhiran Data

0
Pemutakhiran Data

STARJOGJA.COM, SLEMAN. Pemkab Sleman berkomitmen untuk memperkuat Penyaluran Bansos Tepat Sasaran Lewat Pemutakhiran Data. Langkah ini ditempuh untuk memastikan seluruh jaring pengaman sosial benar-benar menjangkau masyarakat rentan dan kurang mampu secara adil serta tepat sasaran.

Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sleman, H. Dedi Kusuma, S.E., menegaskan bahwa fungsi pengawasan dan penganggaran terus digalakkan bersama eksekutif. Hal ini dilakukan guna menekan angka kemiskinan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang saat ini berada di angka 6,71 persen.

“Bantuan sosial tidak hanya berfungsi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga serta mendorong peningkatan kualitas hidup dan kemandirian ekonomi,” ujar Dedi dalam Program Bincang Parlemen DPRD Sleman, Selasa (3/11).

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Wawan Widiantoro, S.IP., M.P.A., menjelaskan bahwa alokasi anggaran khusus di Dinas Sosial untuk program bansos tahun ini mencapai lebih dari Rp18 miliar. Anggaran tersebut didistribusikan ke dalam berbagai program prioritas.

Wawan menyebutkan Pemkab memiliki program beasiswa  yang diberi nama Sleman Pintar. Program ini memberikan beasiswa kuliah perguruan tinggi bagi anak dari keluarga miskin atau orang tua disabilitas ini menggunakan alokasi anggaran sekitar Rp12,1 miliar.

Ada juga Bantuan Lanjut Usia & Anak Terlantar. Ini adalah Bantuan tunai sebesar Rp150.000 per tahun yang diberikan kepada 1.300 lansia terlantar dan 281 anak terlantar.

“Program Bantuan Modal Usaha, disediakan bagi pemuda rintisan usaha, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang lulus graduasi program Keluarga Harapan (PKH), serta Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) guna memutus rantai kemiskinan,” jelasnya.

Sebagai upaya jangka panjang memutus rantai kemiskinan struktural, Pemkab Sleman meluncurkan inovasi Sleman Pintar Plus-Plus.

“Program ini tidak hanya membiayai kuliah hingga lulus (maksimal 8 semester), tetapi juga menyediakan fasilitas program magang bersuplementasi uang saku sesuai UMR, serta pembekalan pengalaman kerja nyata bagi para lulusannya,” jelas Wawan. 

Ke depan, Pemkab Sleman juga tengah mengkaji program Sleman Perkasa untuk memfasilitasi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang ingin menempuh jalur kedinasan atau akademi militer.

Melalui sinergi kuat antara pemerintah daerah, legislatif, dan partisipasi aktif masyarakat, Sleman optimis kualitas kesejahteraan warga akan terus meningkat secara signifikan.

Baca juga : Digitalisasi Bansos di Sleman Capai 32 Persen, Warga Diminta Tak Panik Soal Desil dan Dapat Ajukan Sanggah

Lima Kebiasaan Sederhana Ini Bantu Jaga Daya Tahan Tubuh saat Musim Hujan Tiba

Previous article

OCHA Catat 397 Serangan Pemukim Israel di Tepi Barat Tertinggi sejak Pemantauan 2006

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Feature