HealthLifestyle

Lima Kebiasaan Sederhana Ini Bantu Jaga Daya Tahan Tubuh saat Musim Hujan Tiba

0
cuaca ekstrem menjaga daya tahan tubuh musim hujan
menjaga daya tahan tubuh musim hujan (jibi)

STARJOGJA.COM, Info – Memasuki musim hujan, daya tahan tubuh menjadi hal penting karena perubahan cuaca dan kondisi lingkungan dapat meningkatkan risiko penyakit. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat beberapa penyakit yang kerap merebak, yaitu influenza, demam berdarah dengue (DBD), diare, penyakit kulit, dan leptospirosis, yang penularannya sering terjadi saat banjir lewat kencing tikus.

Meski begitu, musim hujan tidak otomatis membuat daya tahan tubuh melemah. Pola hidup sehat dan kebersihan lingkungan menjadi langkah sederhana untuk mendukung sistem kekebalan tubuh dan mencegah penyakit.

Pertama, tidur cukup dan teratur. National Health Service (NHS) menyebut orang dewasa rata-rata membutuhkan tidur sekitar 7 hingga 9 jam setiap malam, dan kualitasnya perlu dijaga dengan jam tidur dan bangun yang konsisten, mengurangi kafein menjelang tidur, serta membuat kamar nyaman.

Kedua, makan bergizi seimbang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan pola makan beragam yang mencakup buah, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, serta sumber protein dan karbohidrat, tanpa bergantung pada satu jenis makanan atau suplemen yang diklaim meningkatkan imunitas, dan pemakaian suplemen disesuaikan dengan anjuran dokter.

Ketiga, tetap aktif bergerak. Saat sulit berolahraga di luar ruangan, senam, jalan di tempat, atau latihan kekuatan di rumah bisa jadi alternatif. WHO merekomendasikan aktivitas intensitas tinggi 75-150 menit per minggu atau intensitas sedang 150-300 menit per minggu, ditambah latihan kekuatan otot setidaknya dua hari seminggu.

Keempat, cukupi kebutuhan cairan. Saat cuaca dingin atau mendung, rasa haus sering tidak terasa sehingga konsumsi air putih berkurang, padahal tubuh tetap memerlukannya. Kemenkes mengingatkan pentingnya mencukupi cairan, dengan air putih sebagai pilihan utama, dan kebutuhan tiap orang bergantung pada aktivitas, kondisi kesehatan, dan lingkungan.

Kelima, jaga kebersihan lingkungan untuk mencegah DBD, karena genangan air bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti. Kemenkes menganjurkan gerakan 3M Plus, yakni menguras dan menutup tempat penampungan air serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menampung air, ditambah upaya pencegahan sesuai kondisi lingkungan.


  

Sumber : bisnis

Baca juga : Dokter Tegaskan Minum Es Saat Musim Hujan Tak Sebabkan Flu

Bayu

Jangan Tunggu Sakit, Ini Bahaya Karang Gigi dan Infeksi Saraf

Previous article

Sleman Perkuat Penyaluran Bansos Tepat Sasaran Lewat Pemutakhiran Data

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Health