HealthLifestyle

Dokter Anak Ingatkan Pola Hidup Bersih Hadapi Pancaroba

0
sepeda motor penyakit anak musim pancaroba
Ilustrasi Hujan (foto: Starjogja.com)

STARJOGJA.COM, Info – Dokter spesialis anak dr. Mulki Angela, SpA, PhD, menyampaikan bahwa penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi salah satu tindakan preventif menghadapi musim peralihan atau pancaroba. Peralihan dari kemarau ke hujan tahun ini diwarnai dampak El Nino dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah.

“Biasakan mencuci tangan dengan air dan sabun, sebelum makan ataupun setelah bermain, mandi secara teratur, mengganti pakaian secara teratur, menjaga kebersihan rumah dan lingkungan,” kata Mulki kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu (31/10/2026).

Selain itu, orang tua diminta membersihkan genangan air lewat gerakan 3M Plus untuk mencegah demam berdarah. Kebutuhan cairan anak juga perlu diperhatikan, baik di musim kemarau, pancaroba, maupun musim hujan.

“Karena cairan sangat penting untuk tubuh anak kita. Kemudian siapkan juga obat-obatan emergency, misalnya obat penurun panas, harus tersedia di rumah,” tutur dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Untuk meningkatkan daya tahan tubuh, Mulki menyarankan asupan makanan bergizi seimbang, aktivitas fisik, dan tidur yang cukup. Ia menambahkan, suplemen tambahan seperti vitamin D biasanya diberikan pada anak karena selain untuk kesehatan tulang juga mendukung daya tahan tubuh.

“Jadi pada keluarga boleh kita berikan asupan suplemen vitamin D,” imbuh dia.

Untuk mencegah penularan penyakit, Mulki menganjurkan menjaga jarak dengan orang yang sedang sakit, memakai masker, mengajarkan anak etika batuk, dan memastikan imunisasi lengkap. Memasuki musim hujan, orang tua juga disarankan menyiapkan jas hujan, payung, pakaian ganti, serta alas kaki yang aman untuk kondisi basah.

Menurut Mulki, kondisi saat ini berpotensi memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat virus maupun bakteri, misalnya influenza A yang sedang marak. Daerah terdampak karhutla juga berisiko mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap, sementara penyakit yang ditularkan nyamuk seperti demam berdarah dengue (DBD) berpotensi meningkat di musim hujan.

“Kondisi keterbatasan air bersih, dapat menimbulkan risiko infeksi saluran cerna, seperti diare dan muntah, juga bisa jadi ada infeksi kulit,” ujar Mulki, yang berpraktik di RSU Bunda Jakarta.

Sumber : Antara

Baca juga : Saran Harvard Health Soal Tidur dengan Lampu Menyala Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Jantung

Bayu

Pasta Gigi Berfluorida Aman Dipakai Sesuai Petunjuk

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Health