STARJOGJA.COM,JOGJA. Dompet Dhuafa memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi meningkat seiring fenomena El Niño dan musim kemarau panjang.
Melalui program Indonesia Siap Siaga, lembaga filantropi tersebut menggalang solidaritas masyarakat untuk membantu warga terdampak kabut asap, terutama di wilayah Kalimantan dan Sumatera.
Bantuan yang disiapkan meliputi distribusi masker N95, layanan kesehatan, penyediaan oksigen, serta fasilitas rumah aman (safe house) bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap paparan asap kebakaran.
Komitmen tersebut disampaikan Manajer Program Dompet Dhuafa Yogyakarta, Bambang Edi Prasetyo, bersama Manajer Resource Mobilization Dompet Dhuafa, Anita Dia Easari, dalam program Bincang Spesial Dompet Dhuafa di STARJOGJA FM, Kamis (29/10).
Bambang menjelaskan, penanganan karhutla masih menghadapi sejumlah tantangan. Meskipun beberapa wilayah telah diguyur hujan, potensi munculnya kembali titik api tetap perlu diantisipasi, terutama di kawasan lahan gambut.
Menurutnya, kebakaran di lahan gambut memiliki karakteristik berbeda karena api dapat merambat dan bertahan di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat hujan belum tentu mampu memadamkan seluruh titik api.
“Sebagian wilayah memang sudah diguyur hujan sehingga api mulai berkurang. Namun, kesiapsiagaan tetap kami lakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru,” ujar Bambang.
Dalam penanganan dampak karhutla, Dompet Dhuafa memprioritaskan perlindungan kesehatan masyarakat, khususnya balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan lanjut usia.
Kelompok tersebut dinilai membutuhkan perhatian khusus karena lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan polusi udara dan kabut asap.
Selain membagikan masker N95 dan menyediakan oksigen, Dompet Dhuafa juga menyiapkan fasilitas safe house atau rumah aman sebagai tempat perlindungan sementara dari paparan asap.
Upaya penanganan tidak hanya berfokus pada perlindungan saluran pernapasan. Dompet Dhuafa turut memperhatikan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat di wilayah binaan untuk membantu menjaga kesehatan anak dan mencegah dampak lanjutan akibat paparan asap.
Penanganan bencana dilakukan melalui Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa yang berkoordinasi dengan jaringan relawan dan cabang di berbagai daerah. Selain karhutla, jaringan tersebut juga disiapkan untuk merespons bencana lain, termasuk banjir bandang.
Manajer Resource Mobilization Dompet Dhuafa, Anita Dia Easari, mengatakan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung penanganan bencana.
Menurut Anita, donasi dalam bentuk dana memberikan fleksibilitas bagi tim di lapangan untuk memenuhi kebutuhan paling mendesak berdasarkan hasil asesmen kondisi terkini.
Ia menjelaskan, dana yang dihimpun digunakan untuk pengadaan bantuan darurat sekaligus mendukung kebutuhan operasional penyaluran, seperti transportasi, bahan bakar, akomodasi, dan distribusi logistik.
Dompet Dhuafa, lanjut Anita, berkomitmen menyampaikan laporan dan dokumentasi kegiatan secara berkala kepada para donatur melalui situs resmi, media sosial, dan saluran informasi lainnya.
Masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam program Indonesia Siap Siaga dapat menyalurkan donasi melalui sejumlah kanal resmi https://kemanusiaan.org/siapsiaga, Rekening Bank Syariah Indonesia (BSI): 1888999 dan Layanan informasi dan konsultasi: 081215739066
Dompet Dhuafa juga menyediakan layanan jemput donasi. Masyarakat, komunitas, maupun majelis taklim dapat menghubungi nomor layanan tersebut untuk mengatur penjemputan donasi di rumah, kantor, atau lokasi kegiatan.
Kepedulian terhadap korban karhutla tidak harus diwujudkan melalui bantuan materi. Anita dan Bambang mengajak generasi muda untuk ikut menyebarluaskan informasi mengenai kondisi masyarakat terdampak serta kampanye kemanusiaan.
Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah membagikan ulang (repost) informasi dan ajakan donasi melalui media sosial Dompet Dhuafa.
Selain itu, Dompet Dhuafa memiliki komunitas relawan Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Jogja yang membuka ruang partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Selain memberikan bantuan darurat, Dompet Dhuafa Yogyakarta juga menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat untuk mendukung pemulihan lingkungan dan peningkatan kualitas hidup.
Salah satunya adalah program Sedekah Pohon yang berfokus pada pemulihan lingkungan, perawatan sumber mata air, serta penanaman bambu di kawasan tebing yang rawan longsor.
Program tersebut tidak berhenti pada kegiatan penanaman. Masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai perawatan tanaman, teknik stek, hingga pemanfaatan bambu sebagai produk kerajinan bernilai ekonomi.
Di bidang pendidikan, Dompet Dhuafa turut menghadirkan program beasiswa bagi anak yatim dan keluarga dhuafa melalui proses seleksi. Ada pula Sekolah Literasi Indonesia untuk meningkatkan kemampuan literasi guru dan sekolah.
Program Sidomukti juga dikembangkan melalui pelatihan membatik bagi guru sekolah dasar dengan melibatkan perajin lokal di Imogiri, Bantul.
Melalui berbagai program tersebut, Dompet Dhuafa berupaya menggabungkan penanganan bencana, pemulihan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Bambang mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam menghadapi berbagai persoalan kemanusiaan.
Sementara itu, Anita mengingatkan bahwa bantuan sekecil apa pun dapat berarti bagi masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit.
” Mari kita bantu saudara-saudara kita yang sedang berada dalam kondisi keterbatasan. Tetap doakan dan bantu semampu kita,” ajaknya.
Baca juga : IDAI: Anak Lebih Rentan Terdampak Asap Karhutla, Partikel PM2,5 Bisa Masuk hingga Aliran Darah







Comments