STARJOGJA.COM,JOGJA. Yayasan Cahaya Cinta Kasih akan menggelar kegiatan Tata Hati Indonesia Yogyakarta 2026 pada 10 Oktober 2026 di Graha Sabha Pramana (GSP) UGM. Kegiatan yang mengusung tema kesehatan mental dan pengembangan kesadaran diri tersebut ditargetkan diikuti hingga 3.000 peserta secara luring dan daring.
Pengawas Yayasan Cahaya Cinta Kasih, Anak Agung Gede Putra, mengatakan minat masyarakat terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi.
“Per hari ini sudah terdaftar 3.292 peserta. Untuk peserta offline sekitar 2.600 orang dan online sekitar 690 peserta,” ujarnya.
Menurut Agung, Tata Hati merupakan bagian dari program yayasan yang berfokus pada pengembangan spiritualitas sebagai sarana membangun budi pekerti dan kesehatan mental masyarakat. Yayasan Cahaya Cinta Kasih sendiri memiliki tiga pilar utama, yakni Cahaya, Cinta, dan Kasih.
Pilar Cahaya berfokus pada pembelajaran spiritual dan penguatan nilai-nilai budi pekerti, Pilar Cinta bergerak dalam kegiatan pelestarian lingkungan, sedangkan Pilar Kasih menjalankan berbagai program kemanusiaan seperti bantuan sosial, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga respons kebencanaan.
Agung menjelaskan, pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi penyelenggaraan didasarkan pada tingginya kebutuhan masyarakat terhadap ruang pemulihan mental dan emosional.
Ketua Acara Tata Hati Indonesia Yogyakarta, Sasya Ratmayanti, mengatakan awalnya kegiatan tersebut menyasar kalangan mahasiswa. Namun, setelah pendaftaran dibuka, mayoritas peserta justru berasal dari masyarakat umum.
“Awalnya target kami mahasiswa karena melihat persoalan mental health dan tingkat stres yang cukup tinggi. Tetapi ternyata hampir 80 persen pendaftar berasal dari warga umum di Yogyakarta,” katanya.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan kesehatan mental tidak hanya dialami mahasiswa, tetapi juga masyarakat luas dari berbagai latar belakang.
Dalam kesempatan itu, Agung menyebut kesehatan mental saat ini menjadi tantangan global yang masih menyisakan dampak pascapandemi COVID-19. Menurutnya, diskusi mengenai kesehatan mental selama ini lebih banyak membahas gejala, sementara aspek pemulihan masih jarang dibahas.
“Kami menawarkan meditasi sebagai salah satu solusi. Dari berbagai testimoni peserta, banyak yang mengaku mengalami pelepasan stres, merasa lebih tenang, lebih nyaman, dan mendapatkan perspektif baru dalam menghadapi persoalan hidup,” ujarnya.
Tata Hati Indonesia Yogyakarta akan menghadirkan sesi meditasi terpandu yang bersifat inklusif dan terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang agama. Peserta juga akan mendapatkan materi refleksi diri dan hiburan budaya khas Yogyakarta.
Selain peserta dari berbagai daerah di Indonesia, kegiatan ini juga menarik perhatian komunitas dari luar negeri, termasuk Norwegia, Italia, dan Australia yang akan mengikuti acara secara daring.
Pendaftaran kegiatan masih dibuka melalui situs resmi penyelenggara hingga kuota terpenuhi. Panitia menegaskan bahwa acara ini tidak dipungut biaya.
“Tata Hati Indonesia Yogyakarta merupakan acara gratis. Harapannya masyarakat bisa pulang dengan perasaan lebih bahagia, lebih tenang, dan mampu melepaskan beban yang selama ini dirasakan,” kata Sasya.







Comments