STARJOGJA.COM, JOGJA— Di tengah maraknya penggunaan Artificial Intelligence (AI), muncul banyak kekhawatiran mengenai dampak negatif dari penggunaan AI itu sendiri. Salah satu bentuk kekhawatirannya adalah mengenai AI yang dapat menggantikan pekerjaan manusia.
Awang Dhewangga, Business Community Lead AI Connect Jogja, mengungkapkan bahwa orang-orang tidak perlu khawatir karena sebenarnya bukan AI yang dapat menggantikan pekerjaan, melainkan orang-orang yang menguasai AI yang dapat menggantikan.
“Untuk menyederhanakan definisi tersebut, AI itu sebuah tools atau kendaraan. Kalau kita menggunakan dengan baik tentu akan selamat, tapi sebaliknya kalau kendaraan tersebut dengan salah maka kita sendiri yang celaka,” ujarnya dalam talk show Merdeka di era AI di Star FM ,Kamis (20/08/2026).
Awang menambahkan, yang membuat manusia tidak tergantikan dengan AI adalah manusia dapat mengasah critical thinking dan decision making. Kedua hal tersebut didasarkan pada cara berpikir sesuai konteks dan elemen emosi yang tidak dapat ditemukan di AI.
Selain khawatir AI dapat menggantikan pekerjaan manusia, penggunaan AI juga dikhawatirkan dapat menghasilkan berita hoax atau memanipulasi informasi.
Menjawab kekhawatiran tersebut, Satria Agung Nugraha, selaku Pengembang Teknologi AI, menjelaskan pentingnya literasi digital ketika terjun ke dalam dunia digital. Baik dalam akademisi, dunia pendidikan, maupun media harus mengedukasi mengenai literasi digital
“Karena di literasi digital kita akan mengenal pilar tentang kesiapan atau skill kita menggunakan digital tersebut. Jadi dengan seperti itu kita bisa menguasai teknologinya tetapi juga mampu memfilter sesuai dengan budaya kita,” tambahnya.
Satria menambahkan, tantangan dari penggunaan AI sebenarnya adalah melemahkan kemampuan critical thinking. Jika mengenal pilar-pilar dalam literasi digital, konsep berpikir akan lebih tajam meskipun dibantu oleh alat.
“Artinya AI bukan sebagai pengganti, tetapi sebagai pelengkap kita dan membuat kita tentunya lebih cakap dan lebih bisa berkreasi lebih baik,” ungkapnya.
Nur Samsi Mualifah, Sekretaris Bakesbangpol DIY, menyatakan bahwa penggunaaan AI tidak dapat dihindari lagi. Namun ia mengingatkan pengguna juga harus bijak dalam menggunakan AI.
“Dalam memanfaatkan AI, kita jangan sampai lupa dengan nilai-nilai bangsa, jati diri bangsa,” pungkasnya.
Baca juga: Kemenpora Gandeng UGM Kembangkan Olahraga Berbasis Riset dan Teknologi
Penulis: Dwina Kayla







Comments