STARJOGJA.COM, Info – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) tidak bertentangan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebaliknya, PKJ diharapkan memastikan kemajuan tetap berpihak pada keselamatan bumi, keadilan, dan kesejahteraan manusia.
Hal tersebut disampaikan Sri Sultan saat meluncurkan Buku Panduan Pendidikan Khas Kejogjaan untuk Pendidikan Tinggi di Gedung Rektorat Universitas Negeri Yogyakarta, Kamis (20/8). Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan sejumlah perguruan tinggi di DIY.
Sri Sultan mengatakan, PKJ bukan sekadar muatan lokal yang ditambahkan ke dalam kurikulum, tetapi menjadi cara pandang dalam menggunakan ilmu pengetahuan agar memberikan manfaat bagi kehidupan.
“Pendidikan Khas Kejogjaan, yang hari ini kita luncurkan bersama, adalah ikhtiar untuk mempersingkat jarak itu. Bukan dengan menambah mata kuliah sebagai formalitas, melainkan dengan mengajak ilmu pengetahuan untuk pulang: singgah dahulu pada nilai, sebelum ia bekerja di dunia,” ujar Sri Sultan.
Menurutnya, nilai-nilai Kejogjaan dapat diterapkan melalui Tridharma Perguruan Tinggi, mulai dari pengajaran, penelitian hingga pengabdian kepada masyarakat. Yogyakarta juga dapat menjadi laboratorium hidup dengan menjadikan kampung, pasar, kawasan budaya hingga wilayah rawan bencana sebagai ruang pembelajaran dan penelitian.
Sri Sultan menekankan pentingnya filosofi Hamemayu Hayuning Bawana, yakni menjaga harmoni antara manusia dengan sesama, alam, dan Tuhan.
“Keunggulan ilmu harus diukur dari kemampuannya merawat harmoni. Ilmu yang hebat namun merusak harmoni ini, betapapun canggihnya, telah kehilangan arahnya,” ucapnya.
Ia juga mendorong perguruan tinggi menjadikan PKJ sebagai gerakan ilmu yang berjiwa budaya. Menurutnya, nilai tidak cukup hanya diajarkan, tetapi harus diwujudkan melalui praktik di lingkungan kampus dan masyarakat.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Brian Yuliarto mengapresiasi peluncuran buku panduan tersebut. Menurutnya, PKJ dapat mempertemukan pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi.
“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus memiliki karakter, integritas, kepekaan sosial, dan pemahaman terhadap akar budayanya,” kata Brian.
Ia berharap nilai-nilai Kejogjaan dapat dikembangkan secara kontekstual dan kreatif sehingga tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi membentuk cara berpikir dan bersikap mahasiswa dalam menggunakan ilmu untuk memberi manfaat bagi masyarakat.
PKJ merupakan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Kejogjaan dengan semangat inklusif dan kolaboratif. Materinya mengintegrasikan nilai dari Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, Kadipaten Pakualaman, Taman Siswa, Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah, serta diperkaya nilai-nilai pendidikan modern.
Sumber : Antara






Comments