STARJOGJA.COM, Info – Pemerintah Daerah DIY resmi meluncurkan Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) untuk membentuk generasi unggul berbasis budaya. Program ini menjadi strategi menjaga jati diri anak muda di tengah perkembangan teknologi.
“Tantangannya bukan hanya bagaimana melahirkan manusia yang cerdas, tetapi juga bagaimana membentuk manusia yang utuh. Sebab kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tanpa disertai kedewasaan nilai, dapat membuat manusia kehilangan arah, bahkan tercerabut dari akar budayanya sendiri,” tegas Sri Sultan.
PKJ dirancang sebagai gerakan kebudayaan yang menanamkan nilai luhur dalam sistem pendidikan. Program ini berlandaskan falsafah Hamemayu Hayuning Bawana yang menekankan harmoni kehidupan.
Melalui gerakan ini, diharapkan lahir generasi yang memiliki jiwa satriya, yakni sawiji, greget, sengguh, lan ora mingkuh. “Pendidikan tidak boleh dipahami sebagai proses pengajaran, melainkan juga sebagai proses pembudayaan. Pendidikan harus menjadi ruang bertemunya pengetahuan, karakter, dan kesadaran hidup,” lanjut Sri Sultan.
Implementasi pendidikan karakter ini tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga melibatkan keluarga dan masyarakat. Sinergi berbagai elemen menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
“Pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah. Pendidikan berasal dari keluarga, sekolah, dan masyarakat. Bahkan lebih luas lagi, ia bertumpu pada sinergi Kraton, Kampus, dan Kampung yang menjadi ekosistem hidup bagi tumbuhnya karakter generasi,” jelas Sri Sultan.
Peluncuran PKJ menandai langkah konkret dari konsep menuju penerapan di dunia pendidikan. Program ini diharapkan tidak berhenti pada teori, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Peluncuran hari ini adalah penanda penting bahwa Pendidikan Khas Kejogjaan telah beranjak dari gagasan menuju gerakan nyata. Dari konsep menuju implementasi. Dari wacana menuju pembudayaan,” tegas Sri Sultan.
Pemerintah mencatat implementasi awal PKJ menunjukkan hasil positif dalam pembentukan karakter peserta didik. Hal ini terlihat dari capaian indeks karakter yang dinilai tinggi.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY, Muhammad Setiadi, dalam laporannya menyebut implementasi PKJ di DIY menunjukkan tren positif. Capaian indeks karakter peserta didik dinilai sangat memuaskan melalui evaluasi awal yang menunjukkan skor 4,1 dari skala 5.
Pengembangan PKJ dilakukan melalui proses panjang dengan melibatkan berbagai pihak. Program ini mengintegrasikan nilai budaya lokal dengan pendekatan pendidikan modern.
“Pada tahun 2023, tim pengembang kemudian menyusun substansi utama yang menghasilkan empat buku panduan PKJ. Buku-buku tersebut mencakup buku induk serta panduan untuk jenjang pendidikan dasar, menengah, hingga pendidikan tinggi,” papar Setiadi.
Ke depan, program ini akan diterapkan secara bertahap di seluruh jenjang pendidikan di Yogyakarta. Dukungan pendanaan dan kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan program.
Sumber : Humas DIY
Baca juga : Hadapi Kebencanaan di Sektor Pendidikan DIY Luncurkan Jogja Digdaya







Comments