STARJOGJA.COM, JOGJA — Gaya hidup sehari-hari sangat perlu diperhatikan agar tidak mudah memicu timbulnya penyakit degeneratif. Berbeda dengan penyakit menular, penyakit degeneratif terjadi karena penurunan fungsi tubuh.
Octi Guchiani, Dokter Penyakit Dalam RS Pratama Yogyakarta, menjelaskan bahwa penurunan fungsi tubuh bisa terjadi karena berbagai faktor, yakni faktor usia dan gaya hidup. Gaya hidup yang tidak dijaga akan mempercepat penurunan fungsi organ tubuh.
“Ketika fungsi organ tubuh sudah tidak optimal, maka nanti akan muncul berbagai prnyakit yang disebut penyakit degeneratif,” ujarnya dalam Bicara Jogja di Star FM Yogyakarta (6/8/2026).
Menurutnya, penyakit degeneratif dulunya identik dengan orang tua di atas 60 tahun. Karena gaya hidup yang sudah berubah, kini orang-orang di usia muda sudah mulai mempunyai penyakit degeneratif, seperi hipertensi atau diabetes.
“Sekarang usia muda sudah mulai kena penyakit degeneratif karena perubahan gaya hidup. Sering konsumsi makanan tinggi gula, tinggi natrium, tinggi kolesterol, dan kurang aktivitas fisik, jadilah obesitas, tensi tinggi, atau gula darah tinggi,” ungkapnya.
Octi menambahkan, penyakit degeneratif yang paling banyak ditemukan pada orang-orang berusia muda adalah diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi. Banyak juga dari mereka yang perlu cuci darah karena penyakit degeneratif yang dimiliki.
“Usia 20-an dan 30-an sudah harus cuci darah. Penyebabnya bermacam macam, seperti faktor genetik, gangguan ginjal karena komplikasi akut dari kondisi kondisi tertentu misalnya ibu hamil atau pengidap autoimun,” jelasnya.
Octi menjelaskan, faktor usia, jenis kelamin, dan genetik adalah faktor yang tidak bisa diubah dan otomatis akan mempengaruhi fungsi tubuh yang akan berpengaruh ke dalam perjalanan penyakit degeneratif. Tetapi, tidak pasti langsung terkena penyakit tersebut karena terdapat faktor yang masih bisa diubah untuk mencegah.
Faktor yang bisa diubah yakni gaya hidup meliputi pola makan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, lingkar perut, dan tingkat stres. Gaya hidup tersebut sangat berpengaruh terhadap regulasi metabolisme tubuh yang nanti akan mempengaruhi perjalanan penyakit degeneratif.
“Untuk pola makan diperhatikan komposisinya, setengah piring isi sayur dan buah, setengahnya lagi dibagi dengan karbohidrat dan protein. Untuk menambah nutrisi bisa menambah konsumsi biji-bijian,” pungkasnya.
Octi menyebutkan, menurut World Health Organization (WHO), olahraga idealnya dilakukan selama 150 menit dalam satu minggu. Jenis olahraga yang dilakukan tidak harus berat tapi harus ada kombinasi, misalnya ada hari yang fokus pada cardiovascular dan ada hari yang resistant training untuk melatih otot agar massa meningkat.
Diah Susanti Shinta Dewi, Perawat RS Pratama Yogyakarta, menjelaskan bahwa cara bertanggung jawab terhadap kesehatan diri sendiri adalah dengan berperan aktif mengupayakan kesehatan itu sendiri. Caranya adalah dengan memilih makanan yang lebih sehat seperti olahan yang direbus atau dikukus, mengelola stres, istirahat yang cukup, dan perbanyak minum air putih.
“Cara yang paling sederhana untuk mengelola stres adalah dengan latihan pernapasan, latihan meditasi, terapi musik, dan sediakan waktu yang konsisten untuk bisa melakukan relaksasi pada diri sendiri seperti hobi atau mengobrol bersama pasangan atau teman dekat,” tambahnya.
Pasien dengan penyakit degeneratif kini sudah difasilitasi oleh BPJS pada Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang bisa diakses di fasilitas kesehatan 1, seperti puskesmas, klinik, atau dokter keluarga. Prolanis menyediakan edukasi rutin, aktivitas fisik seperti senam, dan pemeriksaan secara berkala.
Baca juga : Paru-paru Malas Berawal dari Kebiasaan Rebahan
Penulis : Dwina Kayla







Comments