Flash InfoHealthLifestyle

Tak Perlu Kejar 10.000 Langkah, Jalan Kaki Rutin Sudah Bawa Banyak Manfaat

0
jalan kaki rutin

STARJOGJA.COM,INFO. Tak Perlu Kejar 10.000 Langkah, Jalan Kaki Rutin Sudah Bawa Banyak Manfaat.

Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RSCM, Tirza Z. Tamin, menjelaskan bahwa jalan kaki merupakan aktivitas fisik yang memberikan manfaat menyeluruh bagi tubuh.

“Jalan kaki sebenarnya merupakan aktivitas yang menjadi paket lengkap,” ujarnya.

Menurut Tirza, saat berjalan kaki tubuh tidak hanya membakar kalori, tetapi juga melibatkan kerja jantung, pembuluh darah, otot, sendi, hingga sistem metabolisme. Aktivitas ini membantu menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan kekuatan otot, serta mempertahankan keseimbangan dan koordinasi yang dibutuhkan untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Angka 10.000 langkah per hari sering dianggap sebagai target wajib untuk hidup sehat. Namun, Tirza menegaskan bahwa jumlah tersebut bukan standar medis yang harus dicapai setiap orang.

Yang lebih penting adalah meningkatkan aktivitas dibandingkan sebelumnya dan melakukannya secara konsisten.

“Bahkan pada orang yang sebelumnya sangat tidak aktif, peningkatan dari 2.000–3.000 menjadi 4.000–5.000 langkah sudah merupakan kemajuan,” katanya.

Bagi keluarga muda yang memiliki jadwal padat, menambah aktivitas fisik bisa dimulai dari hal-hal sederhana, seperti berjalan saat mengantar anak bermain, memilih tangga daripada lift, atau berjalan kaki ke minimarket yang lokasinya dekat dari rumah.

Selain jumlah langkah, durasi dan intensitas juga perlu diperhatikan. Untuk melatih kesehatan jantung dan paru-paru, berjalan dengan kecepatan sedang lebih bermanfaat dibandingkan berjalan santai tanpa meningkatkan denyut jantung.

Tanda intensitas yang tepat cukup sederhana: napas terasa lebih cepat dan denyut jantung meningkat, tetapi masih memungkinkan untuk mengobrol dengan nyaman.

Bagi yang baru memulai olahraga, jalan kaki selama 10 hingga 15 menit per hari sudah cukup sebagai langkah awal. Setelah tubuh terbiasa, durasi dapat ditambah secara bertahap.

Bagi pekerja kantoran atau orang tua yang banyak menghabiskan waktu di depan komputer, Tirza menyarankan untuk membiasakan diri bergerak setiap 30 menit hingga satu jam.

Aktivitas ringan seperti berdiri sejenak, mengambil minum, berjalan ke ruangan lain, atau naik turun tangga dapat membantu mengurangi dampak buruk duduk terlalu lama.

“Meskipun ini aktivitas kecil, tetapi jika dilakukan berulang kali sepanjang hari tetap mempunyai nilai kesehatan,” ujarnya.

Prinsip sederhana yang bisa diterapkan adalah sit less and move more atau lebih sedikit duduk dan lebih banyak bergerak.

Jalan kaki setelah makan juga memiliki manfaat tambahan. Saat otot bergerak, tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi sehingga membantu mengendalikan kenaikan gula darah setelah makan.

Tak hanya menyehatkan fisik, jalan kaki juga bermanfaat bagi kesehatan mental. Aktivitas ini dapat membantu mengurangi stres, memperbaiki suasana hati, meningkatkan kualitas tidur, serta menjaga fungsi otak tetap optimal.

Bagi keluarga muda, jalan kaki bersama pasangan atau anak-anak bisa menjadi cara sederhana untuk menjaga kesehatan sekaligus menciptakan waktu berkualitas bersama keluarga. Dengan langkah kecil yang dilakukan secara rutin, manfaat besar bagi kesehatan dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Baca juga : Pilih Padel atau Jalan Kaki untuk Olahraga

Efek suara sound horeg memicu penurunan pendengaran

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Flash Info