Kota JogjaNews

Mengenal Keris Lebih Dalam di Pameran Tosan Aji

0

STARJOGJA.COM, JOGJA—Pameran Tosan Aji merupakan pameran yang menampilkan pusaka tradisional, terutama keris. Pameran yang digelar di Grha Keris, Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.

Grha Keris sendiri dikelola oleh orang-orang yang terdiri dari akademisi, praktisi budaya, dan empu yang dipilih oleh Dinas Kebudayaan DIY. Pameran Tosan aji digelar oleh pengelola dengan tujuan mengenalkan pusaka tradisional terutama keris kepada generasi muda.

“Jangan sampai generasi Z takut dengan keris. Keris jangan dilihat dari segi mistik agar tidak musyrik dan syirik,” ujar Giyatono, salah satu pengelola Pameran Tosan Aji.

Giyatono menambahkan bahwa keris harus dilihat dari nilai seni budaya. Nilai tersebut yang membuat keris harus dijaga dan dilestarikan agar tidak punah.

“Keris dilihat dari segi seni karena seni bermacam-macam. Bisa dilihat dari pamor bilah keris, warangka atau sarungnya, dan pegangannya,” jelasnya.

Setiap keris memilki bentuk yang berbeda-beda karena mempunyai makna tersendiri, baik dari tujuan keris tersebut dibuat hingga ciri khas dari daerah keris tersebut berasal. Beberapa keris juga dipercaya dapat mendatangkan manfaat bagi pemiliknya.

“Keris tersebut dirawat, minimal setahun sekali ritual jamasan untuk membersihkan keris. Kalau memang sudah kotor, tidak perlu menunggu setahun,” tambahnya.

Kepemilikan keris di Grha Keris sendiri belum banyak. Setiap diadakannya pameran, Grha Keris bekerja sama dengan Museum Sonobudoyo. Pengelola Grha Keris juga meminjam ke kolektor ternama yang ada di Yogyakarta.

“Kadang mengambil dari Museum Sonobudoyo. Itu yang namanya hibah pinjam, jadi setiap 3 bulan ganti keris. Nanti kalau kontrak pinjamnya habis, bisa ganti keris,” jelasnya.

Giyatono menyebutkan, keris yang dipinjam dari kolektor harus dijaga ketat. Oleh karenanya, Grha Keris dilengkapi oleh kemanan, cctv, dan pusaka yang dipamerkan selalu terkunci.

Selain mengadakan pameran, Grha Keris bersama Dinas Kebudayaan DIY juga melakukan kunjungan ke perguruan tinggi di Yogyakarta seperti UGM, UNY, UIN, dengan tujuan yang sama dengan digelarnya Pameran Tosan Aji.

Baca juga : Menbud Dorong Repatriasi Benda Budaya Indonesia dari Koleksi Kerajaan Belanda

Penulis : Dwina Kayla

Ren dan Reina Sambut Tamu Menikmati Japanese Street Food di Fave Hotel Malioboro

Previous article

Workshop Anjejamas Pusaka Kenalkan Edukasi Perawatan Keris sebagai Warisan Budaya

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Kota Jogja