Lifestyle

Penggemar K-Pop Indonesia Meminta Agar Dibentuk Dewan Konser Rendah Karbon

0
Kpo Indonesia Let’s Love K-Pop Asia Tour 2026
WAAO Entertainment rilis Let’s Love K-Pop Asia Tour 2026 (antara)

STARJOGJA.COM, Info – Konser bisa menjadi alat untuk menyampaikan sesuatu termasuk pesan dari para penggemar K-Pop Indonesia dan global yang tergabung dalam KPOP4PLANET. Para penggemar K-Pop ini ingin agar meminta Majelis Nasional Korea Selatan  membentuk Dewan Konser Rendah Karbon  di tengah risiko iklim.

 

“Di Indonesia, salah satu tempat terbesar bagi basis penggemar K-pop di dunia, pembatalan konser akibat bencana iklim seperti banjir dan cuaca ekstrem semakin meningkat. Para penggemar mengalami dampak krisis iklim sebagai ancaman eksistensial dalam kehidupan sehari-hari mereka,” kata aktivis Indonesia Nurul Sarifah dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

 

Dalam pertemuan anggota gerakan bersama dengan Majelis Nasional Korea Selatan di Seoul pada Jumat (6/2), KPOP4PLANET menyampaikan proposal “Pedoman Carbon-Neutral Performance” kepada Anggota Parlemen Korea Selatan Park Soo Hyun (Komite Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata) dari Partai Demokrat Korea.

 

Pengajuan proposal tersebut bertujuan untuk melindungi fandom yang berkelanjutan di tengah memburuknya krisis iklim. Pertemuan ini diselenggarakan untuk mengkonkretkan isu-isu yang diangkat pada “Forum Standardisasi Konser K-Pop Rendah Karbon” yang diadakan di Majelis Nasional Desember lalu.

 

Salah satu isi dalam proposal itu yakni mendorong pembentukan dewan yang dipimpin pemerintah Korea Selatan untuk menetapkan pedoman pertunjukan dan acara K-pop netral karbon. Dengan tugas-tugas utama yang mencakup penetapan standar untuk mengukur emisi karbon di seluruh proses perencanaan dan operasional pertunjukan.

 

Tugas lain yang diusulkan dari dewan itu yakni meninjau kebijakan insentif yang efektif untuk pertunjukan netral karbon, secara resmi menetapkan dan mendistribusikan pedoman dan mempromosikan “Proyek Percontohan Pertunjukan Netral Karbon” yang dipimpin oleh Majelis Nasional dan mendesak pembentukan badan konsultatif yang melibatkan pemerintah dan industri.

 

Aktivis asal Korea Selatan Lee Da Yeon menyampaikan bahwa pedoman terkait acara ramah lingkungan dan rendah karbon saat ini telah stagnan selama 18 tahun, sejak diberlakukan oleh otorita setempat pada 2008.

 

Oleh karenanya, ia mendesak pembentukan badan konsultatif resmi yang melibatkan Majelis Nasional, pemerintah, dan industri untuk menetapkan standar praktis yang mencerminkan pertumbuhan pesat industri pertunjukan dan realitas krisis iklim.

 

“Konser rendah karbon bukanlah pilihan, tetapi masalah kelangsungan hidup,” kata dia.

 

Menurut survei yang dilakukan oleh KPOP4PLANET tahun lalu, 92,2 persen penggemar K-pop global mengatakan mereka menginginkan konser rendah karbon.

 

Anggota Parlemen Park Soo Hyun mengatakan telah meminta peta jalan pemerintah melalui penyelidikan komite tetap dan akan mengambil langkah-langkah untuk membentuk badan konsultatif kebijakan.

 

“Saya sangat bersimpati dengan kegiatan berharga ini untuk planet dan generasi mendatang. Saya akan meminta Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata untuk mengembangkan peta jalan untuk pedoman konser rendah karbon dan sekaligus membentuk badan konsultatif untuk bekerja sama,” katanya.

 

 

 

Sumber : Antara

 

Baca juga : Analis Sebut BTS dan BigBang Mampu Memicu Pendapatan Kpop

Bayu

Saat Rapper Bad Bunny Menyihir Super Bowl 2026 dan Dunia

Previous article

Apresiasi Insan Pers, Humas KAI Daop 6 Gelar “Media Talk” Bersama Media Yogyakarta

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle