Lifestyle

Sekaten 2026 Keraton Yogyakarta Dimulai 19 Agustus, Ini Jadwal Lengkapnya

0
Sekaten 2026 Keraton Yogyakarta
Sekaten 2026 Keraton Yogyakarta (humas keraton yogyakarta)

STARJOGJA.COM, Info – Keraton Yogyakarta kembali menggelar rangkaian Hajad Dalem Sekaten dan Garebeg Mulud Be 1960/2026 dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Rangkaian Sekaten akan dimulai pada Rabu (19/8/2026) dan berlangsung hingga Garebeg Mulud pada Rabu (26/8/2026).

Sekaten merupakan tradisi Keraton Yogyakarta yang digelar setiap tahun pada bulan Mulud dalam penanggalan Jawa. Tradisi tersebut diwariskan sejak era Sultan Agung Hanyakrakusuma sebagai bagian dari peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Masih berpedoman pada dhawuh dalem Sri Sultan Hamengku Bawono Ka-10 pada Garebeg Besar 27 Mei 2026, pelaksanaan Garebeg Mulud Be 1960 tahun ini kembali digelar secara sederhana.

“Dhawuh Dalem (perintah dari Sultan) terkait penyelenggaraan Garebeg masih sama, kami menerima dhawuh untuk menyederhanakan prosesi Garebeg dimulai dari Garebeg Besar kemarin sampai sekarang Mulud juga masih dengan konsep pembagian ubarampe pareden. Meski begitu, karena ini bulan Mulud, jadi ada beberapa rangkaian Hajad Dalem Sekaten yang tetap akan digelar sebelumnya,” ungkap KRT. Kusumanegara, salah satu Abdi Dalem senior berpangkat Bupati Nayaka di Keraton Yogyakarta.

Jadwal Sekaten Keraton Yogyakarta 2026

Rangkaian Hajad Dalem Sekaten dan Garebeg Mulud Be 1960/2026 diawali dengan Miyos Gangsa pada Rabu (19/8/2026). Prosesi ini berlangsung pukul 19.30-22.00 WIB di Bangsal Pancaniti (Kamandungan Lor), Kagungan Dalem Pagelaran hingga Pagongan Masjid Gedhe.

Masyarakat dapat menyaksikan prosesi tersebut secara langsung. Sebelum keberangkatan gamelan, akan dilakukan penyebaran udhik-udhik oleh Utusan Dalem pada pukul 20.00 WIB.

Miyos Gangsa menjadi penanda dimulainya Hajad Dalem Sekaten. Dalam prosesi tersebut, dua gamelan pusaka Keraton Yogyakarta, yakni Kangjeng Kyai Guntur Madu dan Kangjeng Kyai Nagawilaga, dikeluarkan dari keraton untuk ditempatkan di Pagongan Masjid Gedhe.

Kangjeng Kyai Guntur Madu ditempatkan di Pagongan Kidul, sedangkan Kangjeng Kyai Nagawilaga ditempatkan di Pagongan Lor. Kedua gamelan tersebut kemudian akan ditabuh selama rangkaian Sekaten.

Pada tahun ini, masyarakat mendapat kesempatan untuk menyaksikan langsung prosesi Miyos Gangsa di Kagungan Dalem Pagelaran. Pagelaran dibuka mulai pukul 19.30 WIB.

“Untuk bregada prajurit yang terlibat dalam prosesi Miyos Gangsa Be 1960 (2026), di antaranya Prajurit Langenkusuma, Prajurit Suranata, Prajurit Prawiratama, dan Prajurit Jagakarya. Dalam prosesi Miyos Gangsa, mereka bertugas mengawal keberangkatan Gamelan Sekati yang akan dibawa menuju ke Masjid Gedhe,” ungkap MJ. Yuda Kawindra, Carik Kawedanan Kaprajuritan Keraton Yogyakarta.

Masyarakat yang hadir di Pagelaran juga akan mendapatkan lilin yang dinyalakan ketika Gamelan Sekati menuruni Siti Hinggil. Informasi registrasi dapat diperoleh melalui akun resmi @kratonjogja.event.

Jadwal Tabuh Gangsa Sekaten

Setelah Miyos Gangsa, kedua Gamelan Sekati akan ditabuh secara bergantian di Pagongan Lor dan Kidul Masjid Gedhe.

Berikut jadwal lengkapnya:

  • Kamis, 20 Agustus 2026: pukul 08.00-11.00 WIB dan 14.00-17.00 WIB.
  • Jumat, 21 Agustus 2026: pukul 20.00-23.00 WIB.
  • Sabtu-Senin, 22-24 Agustus 2026: pukul 08.00-11.00 WIB, 14.00-17.00 WIB, dan 20.00-23.00 WIB.
  • Selasa, 25 Agustus 2026: pukul 08.00-11.00 WIB dan 14.00-17.00 WIB.

Selama berada di kawasan Masjid Gedhe, masyarakat juga dapat menikmati berbagai sajian khas Sekaten. Di antaranya Sego Gurih, Endog Abang, Sate Gajih, serta Roti Kembang Waru atau Roti Jok.

Selain kuliner, terdapat pula berbagai kerajinan dan permainan tradisional seperti Sumpil, Kembang dan Sirih Pinang, Kapal Thot-Thot, Pecut Sekaten, gerabah kreweng, sempritan burung, hingga celengan gerabah.

Kondur Gangsa

Rangkaian Sekaten kemudian dilanjutkan dengan prosesi Kondur Gangsa pada Selasa (25/8/2026). Prosesi berlangsung pukul 19.00-22.00 WIB di Pagongan dan halaman Masjid Gedhe.

Prosesi diawali dengan penyebaran udhik-udhik oleh Sri Sultan Hamengku Bawono Ka-10 pada pukul 19.00 WIB. Setelah pembacaan riwayat Nabi Muhammad SAW, Sri Sultan akan kembali ke Keraton dan diikuti dengan dikembalikannya kedua Gamelan Sekati.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kedua gamelan tersebut akan langsung dibawa kembali ke Keraton setelah Sri Sultan meninggalkan Masjid Gedhe. Seluruh rangkaian Kondur Gangsa diperkirakan selesai sebelum pukul 23.00 WIB.

Garebeg Mulud Digelar Sederhana

Sementara itu, Garebeg Mulud Be 1960/2026 akan dilaksanakan pada Rabu (26/8/2026). Berbeda dengan pelaksanaan Garebeg pada umumnya, tahun ini tidak ada gunungan yang dikeluarkan dari keraton maupun iring-iringan prajurit.

Sedekah raja kepada kawula diwujudkan melalui pembagian ubarampe pareden kepada para Abdi Dalem. Pelaksanaan Garebeg Mulud dipusatkan di Kagungan Dalem Bangsal Srimanganti Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Wakil Penghageng II Kawedanan Sri Wandawa Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT. Sindurejo, mengatakan perubahan bentuk Garebeg merupakan bagian dari perjalanan tradisi yang menyesuaikan kondisi zaman.

“Mulai dari era Sultan terdahulu yang menghadirkan Garebeg sebagai upacara terbesar lengkap dengan kehadiran Sultan dan regalianya, kemudian sempat mengalami penyederhanaan pada masa perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Bahkan pada masa pemerintahan Ingkang Sinuwun Sri Sultan Hamengku Bawono Ka-10 ini juga ada perubahan bentuk upacara Garebeg ketika pandemi Covid-19 melanda. Ini menunjukkan bahwa rangkaian upacara budaya dapat berubah sesuai masanya, situasi dan kondisinya, asalkan esensinya tetap sama,” tambah Kangjeng Sindurejo.

Karena pelaksanaan Garebeg Mulud tahun ini disederhanakan, rangkaian seperti Gladhi Resik Prajurit dan Numplak Wajik yang biasanya dilaksanakan sebelum Garebeg juga ditiadakan.

Garebeg Mulud Be 1960/2026 akan diwujudkan melalui pembagian ubarampe berupa rengginang kepada Abdi Dalem.

Seluruh rangkaian Hajad Dalem Sekaten dan Garebeg Mulud Be 1960/2026 juga akan disiarkan melalui media sosial resmi Kraton Jogja di Instagram dan TikTok. Sementara pembacaan riwayat Nabi Muhammad SAW akan disiarkan melalui kanal YouTube Kraton Jogja.

Jadwal Singkat Sekaten 2026

Agenda Tanggal Waktu Lokasi
Miyos Gangsa 19 Agustus 2026 19.30-22.00 WIB Bangsal Pancaniti-Pagelaran-Pagongan
Tabuh Gangsa 20-25 Agustus 2026 Sesuai jadwal Pagongan Masjid Gedhe
Kondur Gangsa 25 Agustus 2026 19.00-22.00 WIB Pagongan & Halaman Masjid Gedhe
Garebeg Mulud 26 Agustus 2026 Bangsal Srimanganti

 

Sumber : Humas Keraton Yogyakarta

Baca juga : Grebeg Sekaten, Simbol Sedekah dan Perayaan Hari Besar Islam

Bayu

DPRD Sleman Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Jiwa melalui Raperda

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle