Lifestyle

Pemain Film Seni Merayu Tuhan Bicara tentang Menjadi Pribadi Baik 

0
film Seni Merayu Tuhan
film Seni Merayu Tuhan (cinema 21)
STARJOGJA.COM, Info – Pemain film Seni Merayu Tuhan Ari Irham mengatakan bahwa menjadi pribadi yang baik bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan secara instan. Menurutnya, kebaikan yang tulus membutuhkan proses, waktu, dan konsistensi.
Pemeran Hikmah dalam film “Seni Merayu Tuhan” itu mengaku teringat pada dialog favoritnya dalam film tersebut, yakni “pelan-pelan, tapi pasti”. Baginya, kalimat itu menggambarkan bahwa tidak ada perubahan yang benar-benar terjadi secara tiba-tiba.
“Ada salah satu dialog yang sangat aku suka di film ini, ‘pelan-pelan, tapi pasti’, tidak ada proses yang ujug-ujug sempurna. Kalau mau instan, yang ada justru jadi seperti Hikmah, hilang arah,” kata Ari Irham dalam siaran pers Wahana Kreator Nusantara yang diterima di Jakarta, Minggu.
Ari menilai kebaikan yang hanya dilakukan pada momen tertentu terkadang memiliki motif lain, misalnya untuk mendapatkan perhatian, pujian, atau sekadar membuat konten. Sebaliknya, menurut dia, kebaikan yang tulus tidak membutuhkan validasi dari orang lain.
Pandangan tersebut tergambar melalui karakter Hikmah yang diperankannya. Dalam film “Seni Merayu Tuhan”, Hikmah diceritakan tengah mencari arah untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kehilangan ibunya.
Hikmah kemudian berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan. Namun, keinginannya untuk mendapatkan perubahan secara cepat justru membuatnya kehilangan pemahaman mengenai makna menjadi pribadi yang baik.
“Sebenarnya apa yang ditunjukkan dari karakter Hikmah di film ini ‘relate’ sekali dengan banyak dari kita, termasuk generasi muda,” ujar Ari.
Sementara itu, Teuku Ryzki yang memerankan Hotib, sahabat Hikmah yang kerap mengingatkannya untuk menjadi orang baik, mengatakan proses perubahan seseorang tidak selalu berjalan lurus.
“Orang yang mau menjadi baik itu kan enggak selalu lurus, dinamika itu yang menarik. Tapi kita sebagai manusia diberikan kesempatan setiap pagi, untuk menjadi lebih baik, semua ada prosesnya,” ujar Teuku Ryzki.
Film “Seni Merayu Tuhan” merupakan produksi Wahana Kreator Nusantara yang diadaptasi dari buku terlaris karya Habib Jafar. Film tersebut turut dibintangi Lutesha dan Onadio Leonardo.
Setelah peluncuran poster dan trailer resmi di Perpustakaan Nasional Jakarta pada 2 Juli 2026, para pemain melanjutkan promosi melalui rangkaian roadshow dan theater visit di sejumlah kota.
“Seni Merayu Tuhan” telah tayang di seluruh bioskop Indonesia sejak 13 Agustus 2026.
Sumber : Antara
Bayu

11.099 Mahasiswa Baru UGM Tutup PIONIR 2026, Formasi Patracita Jadi Puncak Selebrasi

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle