Lifestyle

Psikolog Ingatkan Orang Tua Jadi Tempat Aman Anak untuk Bercerita

0
orang tua tempat aman anak bonding Film anak Orang tua belajar mendengarkan anak
kebersamaan dan bonding orangtua tua dan anak di film keluarga cemara (antara)
STARJOGJA.COM, Info – Psikolog klinis dan keluarga Pritta Tyas Mangestuti mengingatkan orang tua penting menjadi tempat aman bagi anak untuk bercerita agar mereka tidak lebih nyaman mencurahkan persoalan kepada kecerdasan buatan (AI). Menurut Pritta, kebutuhan dasar anak adalah memperoleh kasih sayang tanpa syarat dari orang tua.
“Orang tua perlu menyadari betul bahwa kebutuhan dasar anak itu adalah dicintai apa adanya,” kata Pritta dalam sebuah sesi diskusi di Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Pritta yang juga pendiri portal belajar parenting daring Good Enough Parents mengatakan orang tua perlu mengendalikan reaksi ketika anak menyampaikan cerita yang mengejutkan atau tidak sesuai harapan. Respons yang terlalu cepat, seperti marah atau menghakimi, dapat membuat anak merasa tidak aman untuk kembali bercerita.
“Ketika anak bercerita sesuatu yang menurut kita mungkin berpikir ‘waduh kok gini ya,’ kita harus tarik napas, buang napas, stay cool, meskipun di dalam hati kita berkecamuk gitu. Tapi jangan mengeluarkan komentar-komentar yang langsung membuat anak merasa dihakimi,” ujarnya.
Selain memberikan rasa aman, orang tua juga perlu memahami berbagai perubahan yang dialami anak ketika memasuki masa praremaja dan remaja. Pemahaman terhadap perkembangan emosional dan fisik anak dinilai penting agar orang tua dapat merespons sesuai dengan tahap pertumbuhannya.
“Orang tua perlu belajar gejolak emosi apa, gejolak fisik apa yang timbul pada anak-anak seusia dia, atau masa remaja seusia dia,” ujarnya.
Pritta juga mendorong orang tua membangun kedekatan melalui aktivitas sehari-hari tanpa harus selalu menciptakan suasana percakapan yang formal. Makan bersama, membeli makanan atau es krim, hingga berolahraga dapat menjadi kesempatan bagi orang tua dan anak untuk membangun koneksi.
Dalam suasana yang lebih santai, anak dapat merasa lebih rileks ketika berkomunikasi dengan orang tua. Cara bertanya juga perlu diperhatikan agar percakapan tidak terasa seperti interogasi, salah satunya dengan orang tua terlebih dahulu berbagi pengalaman pribadi sebelum mengarahkan pembicaraan pada anak.
“Tiga hal itu yang orang tua perlu lakukan, belajar untuk melakukan supaya anak remajanya ini bisa percaya bahwa orang tuaku ini tempat yang aman untuk aku cerita dan bertanya apa pun, karena aku tidak akan langsung dihakimi dan tidak akan langsung diomelin,” kata Pritta.
Sumber : Antara
Bayu

Tiga Langkah Deteksi Gangguan Irama Jantung Cegah Risiko Kematian Mendadak

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle