Kota Jogja

Pameran Smarabawana Ajak Pengunjung Menelusuri Sejarah dan Filosofi Kraton Yogyakarta

0

STARJOGJA.COM, JOGJA—Kraton Yogyakarta kembali menggelar pameran yang bertajuk Smarabawana yang mengangkat tata letak Kraton Yogyakarta dan biografi Sri Sultan Hamengkubuwana I. Pameran yang berlangsung sejak 8 Maret hingga 26 Agustus ini menjadi bagian dari peringatan Tingalan Jumenengan Dalem atau hari kenaikan takhta Sri Sultan Hamengku Buwono X.

MB Prabadwijasukendra, selaku pemandu sekaligus abdi dalem Kraton Yogyakarta, menjelaskan bahwa pameran Smarabawana mengajak pengunjung memahami tata letak Kraton Yogyakarta beserta perjalanan hidup Sri Sultan Hamengkubuwana I

“Pameran Smarabawana ini tentang tata letak Kraton Yogyakarta sama biografi Sri Sultan Hamengkubuwana,” ujar MB Prabadwijasukendra.

Salah satu daya tarik utama pameran adalah penyajian konsep Sedulur Papat Limo Pancer sebagai landasan tata ruang Kasultanan Yogyakarta yang menggambarkan keseimbangan antara manusia, alam semesta, dan Sang Pencipta.

Memasuki ruang pamer, pengunjung disuguhi peragaan tata letak Tamansari yang pada masanya berfungsi sebagai kawasan pertahanan sekaligus tempat beristirahat keluarga Kraton Yogyakarta. Selain itu, pameran menampilkan berbagai koleksi peninggalan yang berkaitan dengan sejarah Keraton Mataram dan perjalanan berdirinya Kasultanan Yogyakarta.

“Ini koleksinya dari Kerajaan Mataram sebelum dipindah di Pleret, Surakarta, dan di sini,” tambahnya.

Pameran ini juga mengulas perjalanan Sri Sultan Hamengkubuwana I dalam mendirikan Kasultanan Yogyakarta setelah Perjanjian Giyanti tahun 1755. Salah satu koleksi yang menjadi perhatian pengunjung adalah fotokopi naskah Perjanjian Giyanti yang menandai pembagian wilayah Kerajaan Mataram sekaligus lahirnya Kasultanan Yogyakarta.

“Ini adalah fotokopi dari perjanjian Giyanti karena yang aslinya dijarah oleh Inggris dan tidak dikembalikan. Saat diminta mengembalikan, yang diberikan hanya 150 fotokopinya,” jelas MB Prabadwijasukendra.

Pameran ini juga menghadirkan berbagai benda koleksi yang berkaitan dengan kehidupan di lingkungan Kraton Yogyakarta, seperti pajangan, gagang keris, lampu hias, dan sejumlah perlengkapan lainnya.

Pamerana Smarabawana berlokasi di Kagungan Dalem Kedhaton (Kompleks Museum Keraton Yogyakarta), pameran dibuka untuk umum setiap Selasa hingga Minggu pukul 08.30–14.30 WIB, sementara setiap Senin tutup.

Pengunjung dapat menikmati pameran dengan harga tiket mulai Rp15.000 untuk wisatawan domestik dan Rp25.000 untuk wisatawan mancanegara.

Baca juga: Menengok Warisan Kraton di Masjid Pathok Negoro Ad-Darojat

Penulis: Ulima Fauzia Elisa

Workshop Anjejamas Pusaka Kenalkan Edukasi Perawatan Keris sebagai Warisan Budaya

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Kota Jogja