STARJOGJA.COM, Info – Mayoritas warga Amerika Serikat dilaporkan tidak puas terhadap kebijakan ekonomi Presiden Donald Trump. Hasil survei terbaru menunjukkan tingkat penolakan publik lebih tinggi dibanding dukungan terhadap kebijakan pemerintahannya.
Survei menunjukkan 58 persen responden tidak puas dengan kebijakan ekonomi Trump, sementara hanya 37 persen yang menyetujuinya.
Penolakan juga terlihat pada kebijakan tarif dan perdagangan yang diterapkan pemerintahan Trump. Kebijakan tersebut dinilai belum mendapat dukungan mayoritas masyarakat.
Sebanyak 56 persen menolak kebijakan tarif dan perdagangan, sedangkan 37 persen mendukung.
Secara umum, tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Trump juga berada di angka rendah. Survei menunjukkan lebih banyak warga yang menyatakan tidak setuju terhadap kinerjanya.
Secara keseluruhan, tingkat persetujuan Trump berada di angka 41 persen, dengan 55 persen menyatakan tidak setuju. Survei itu juga mendapati hanya 37 persen responden mendukung operasi militer terhadap Iran.
Survei dilakukan terhadap ribuan responden dewasa di Amerika Serikat. Hasil jajak pendapat tersebut menggambarkan pandangan publik terkait kebijakan ekonomi dan geopolitik terbaru.
Survei dilakukan terhadap 2.512 orang dewasa di AS dengan margin kesalahan sekitar 1,95 persen.
Di sisi lain, hubungan Amerika Serikat dan Iran masih menjadi perhatian publik. Gedung Putih disebut tengah membuka peluang pembicaraan untuk meredakan konflik.
Sebelumnya, Axios melaporkan bahwa Gedung Putih memperkirakan Washington dan Teheran dapat segera menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik. Namun, Trump menegaskan masih “terlalu dini” untuk berbicara mengenai negosiasi langsung dengan Iran.
Konflik yang melibatkan AS dan Iran sebelumnya memicu kekhawatiran internasional. Ketegangan tersebut berdampak pada stabilitas kawasan hingga distribusi energi global.
Eskalasi konflik juga hampir menghentikan lalu lintas di Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari Teluk Persia ke pasar global, yang memicu kenaikan harga bahan bakar di banyak negara.
Sumber : Antara
Baca juga : Paus Leo XIV Kritik Ancaman Donald Trump ke Iran, Sebut Tidak Bisa Diterima







Comments