Lifestyle

Paviliun Raden Saleh TIM Resmi Dibuka, Gabungkan Hotel dan Ruang Seni

0
Paviliun Raden Saleh TIM
suasana loby Paviliun Raden Saleh TIM (bisnis)

STARJOGJA.COM, Info –  Kebutuhan akomodasi bagi pelaku seni di kawasan Taman Ismail Marzuki akhirnya terjawab melalui kehadiran Paviliun Raden Saleh. Fasilitas ini mengintegrasikan fungsi hotel dengan ruang seni dalam satu kawasan budaya.

“Kehadiran Paviliun Raden Saleh juga menjadi platform yang menghidupkan kembali dialog antara seni dan masyarakat. Pameran ini menjadi langkah awal kami untuk menghadirkan program-program budaya yang relevan dan berkelanjutan,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Peresmian fasilitas ini ditandai dengan pameran arsip yang mengangkat sejarah kawasan Cikini dan TIM. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat posisi kawasan sebagai pusat kebudayaan.

Pameran yang berlangsung di Selasar Nashar, lantai 8 Paviliun Raden Saleh itu menampilkan arsip sejarah kawasan Cikini dan TIM, sekaligus menegaskan kembali posisi kawasan tersebut sebagai pusat kebudayaan.

Paviliun ini dirancang tidak hanya sebagai tempat menginap, tetapi juga ruang interaksi antara seni dan masyarakat. Konsep artistic hospitality menjadi pendekatan utama dalam pengembangannya.

Dia menambahkan, konsep artistic hospitality menjadi pendekatan utama dalam menghadirkan pengalaman menginap yang terintegrasi dengan aktivitas seni.

Kolaborasi dengan Dewan Kesenian Jakarta dinilai mampu memperkuat ekosistem seni di kawasan tersebut. Upaya ini juga menjadi bagian dari revitalisasi fungsi ruang budaya di TIM.

Kolaborasi dengan Dewan Kesenian Jakarta dinilai memperkuat ekosistem seni di kawasan TIM, seiring upaya menghidupkan kembali fungsi ruang budaya yang sempat berkurang.

Kehadiran fasilitas ini juga menjawab kebutuhan penginapan bagi pelaku seni dari luar daerah. Selama puluhan tahun, kebutuhan tersebut belum terpenuhi secara optimal.

“Kebutuhan atas tempat penginapan yang berada di kawasan Taman Ismail Marzuki cukup mendesak. Setelah lebih dari 30 tahun, TIM kehilangan wisma seni yang mendukung kebutuhan pelaku seni khususnya yang berasal dari luar kota Jakarta,” ujarnya.

Selain sebagai akomodasi, Paviliun Raden Saleh juga difungsikan sebagai ruang kolaborasi lintas disiplin seni. Hal ini diharapkan dapat mendorong interaksi kreatif di lingkungan TIM.

Dia menegaskan, Paviliun Raden Saleh tidak hanya berfungsi sebagai akomodasi, tetapi juga sebagai ruang pertemuan gagasan lintas disiplin seni yang terhubung dengan program budaya di TIM.

Untuk menarik minat masyarakat, pengelola menawarkan tarif kamar yang relatif terjangkau. Pengunjung dapat menikmati pengalaman menginap sekaligus aktivitas seni dalam satu lokasi.

Pada masa pembukaan, pengelola menawarkan tarif kamar mulai dari Rp630.000 per malam untuk menarik minat masyarakat mengakses pengalaman menginap sekaligus aktivitas seni di kawasan tersebut.

 

 

Sumber : Bisnis

Baca juga : Raden Saleh di Frankfurt Book Fair 2019

Bayu

Ini Dampak dan Cara Mengatasi Pengkhianatan dalam Hubungan Picu Trauma Psikologis

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle