Lifestyle

Ini Dampak dan Cara Mengatasi Pengkhianatan dalam Hubungan Picu Trauma Psikologis

0
Berselingkuh survei hubungan pasangan
Ilustrasi pasangan (Sumber : Freepik)

STARJOGJA.COM, Info – Pengkhianatan dalam hubungan tidak hanya melukai perasaan, tetapi juga berdampak serius pada kesehatan mental seseorang. Rasa percaya yang rusak dapat memicu trauma psikologis yang dikenal sebagai betrayal trauma.

“Dikhianati oleh pasangan tidak hanya menimbulkan rasa sakit secara emosional, tetapi juga dapat berdampak serius pada kesehatan mental ketika kepercayaan yang telah dibangun justru dilanggar oleh pasangan sendiri,” tulis laporan tersebut, Selasa (22/4/2026).

Kondisi ini membuat seseorang rentan secara emosional karena harapan besar yang sebelumnya ditanamkan dalam hubungan. Reaksi yang muncul pun beragam, mulai dari kemarahan hingga menarik diri dari lingkungan sosial.

“Tindakan pasangan yang menyakitkan dapat membuat seseorang merasa rentan karena sebelumnya menaruh harapan besar pada hubungan tersebut. Reaksi yang muncul pun beragam, mulai dari marah, menyalahkan diri sendiri, hingga menarik diri dari lingkungan sosial.”

Fenomena betrayal trauma terjadi akibat pengkhianatan dari orang terdekat dan dapat berdampak signifikan pada kondisi psikologis. Dampaknya bahkan bisa berkembang menjadi gangguan mental jika tidak ditangani dengan tepat.

“Fenomena ini dikenal sebagai betrayal trauma, yaitu trauma interpersonal yang terjadi akibat pengkhianatan dari orang terdekat. Dampaknya tidak bisa dianggap sepele karena dapat mempengaruhi kondisi psikologis secara signifikan.”

Sejumlah studi menunjukkan bahwa pengkhianatan dalam hubungan dapat memicu gangguan mental seperti PTSD, depresi, hingga kecemasan. Kondisi ini juga berdampak pada kepercayaan diri dan hubungan di masa depan.

“Dilansir dari Verywell Mind, menunjukkan sekitar 30 persen hingga 60 persen individu yang mengalami pengkhianatan dari pasangan mengalami gejala seperti gangguan stres pasca trauma atau PTSD, depresi, dan kecemasan.”

Pengkhianatan tidak selalu berbentuk fisik, tetapi juga dapat muncul dalam bentuk emosional yang sering kali tidak disadari. Hal ini mencakup berbagai perilaku yang menunjukkan ketidakterbukaan dalam hubungan.

“Pengkhianatan tidak selalu berbentuk perselingkuhan fisik, tetapi juga bisa muncul dalam bentuk lain yang sering tidak disadari.”

Beberapa tanda pengkhianatan dalam hubungan perlu diwaspadai karena sering terjadi tanpa disadari. Mengenali tanda ini penting untuk menjaga kesehatan hubungan.

“Mengutip dari Positive Psychology, berikut tanda pengkhianatan dari pasangan yang perlu diwaspadai:
– Menyembunyikan hubungan dengan orang lain dari pasangan
– Menghapus atau merahasiakan percakapan
– Tidak terbuka soal intensitas komunikasi
– Tidak mengungkapkan status memiliki pasangan
– Sering menggoda atau flirting
– Memiliki fantasi romantis atau seksual terhadap orang lain
– Muncul perasaan cinta atau ketertarikan emosional
– Merasa bersalah terhadap interaksi yang terjadi
– Membicarakan hal buruk tentang pasangan kepada orang lain
– Berbagi hal pribadi yang seharusnya bersifat rahasia
– Lebih mengandalkan orang lain untuk dukungan emosional
– Menghabiskan banyak waktu dengan orang tersebut
– Kehilangan ketertarikan pada pasangan

“Mengatasi trauma akibat pengkhianatan memerlukan proses yang tidak mudah dan sering kali membutuhkan bantuan profesional. Terapi menjadi salah satu cara efektif untuk memulihkan kondisi mental.

“Pengkhianatan dari pasangan dapat menimbulkan trauma yang sulit dihadapi sendiri, sehingga bantuan profesional seperti terapi yang sangat membantu dalam proses pemulihan.”

Terapi juga membantu seseorang memahami akar masalah serta membangun kembali hubungan yang lebih sehat di masa depan. Pendekatan ini penting terutama bagi yang memiliki masalah kelekatan.

“Melalui terapi, seseorang dapat mulai memahami dan mengatasi rasa sakit akibat pengkhianatan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih berkepanjangan.”

Sebagian besar ahli menyarankan terapi individu sebagai langkah awal pemulihan. Proses ini membantu seseorang menghadapi emosi dan membangun kembali kepercayaan diri.

“Mengutip dari healthline, berikut terapi individu yang dapat dilakukan:
– Mengenali dan mengurangi perasaan menyalahkan diri sendiri
– Membangun kembali rasa percaya diri
– Belajar cara yang sehat untuk menghadapi emosi sulit”

Sumber : Bisnis

Baca juga : Micro Cheating, Gejala Selingkuh di Internet

Bayu

Aksi Anne Hathaway Hadirkan Rasa Berbeda di Film Mother Mary

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle