STARJOGJA.COM, Info – Siswa sekolah menengah di Prancis memulai gelombang baru aksi blokade sekolah di sejumlah kota, termasuk Paris, kata penyiar BFMTV, Senin (2/11/2026). Aksi ini dimulai setelah ketua serikat sekolah menengah, Pierre Sourzat, menyerukan blokade institusi pendidikan pada 1 November.
Sourzat mengumumkan sejumlah aksi protes untuk awal pekan ini dan menyebut puncak blokade akan terjadi mulai Selasa dan seterusnya. BFMTV melaporkan para siswa telah memblokade Lycee Helene Boucher di Paris, serta sejumlah sekolah di Lyon, Rennes, Marseille, dan Ivry-sur-Seine.
Di Paris dan Marseille, para siswa dilaporkan membarikade pintu masuk gedung sekolah dengan tempat sampah. Aksi ini merupakan bagian dari gelombang protes yang pecah sejak pertengahan September, ketika siswa SMA dan mahasiswa turun ke jalan di pinggiran Paris menuntut perbaikan sistem pendidikan dan kondisi sekolah.
Para siswa kemudian bergabung dengan kelompok masyarakat yang kecewa atas kenaikan harga, sehingga protes meluas ke berbagai wilayah di Prancis. Aksi terbesar sejauh ini berlangsung pada 17 Oktober 2026 dengan sekitar 550.000 peserta, menurut data Kementerian Dalam Negeri Prancis, dan aparat menggunakan gas air mata, granat kejut, serta meriam air untuk menghadapi pengunjuk rasa.
Sumber : Antara
Baca juga : Pengadilan Paris Cabut Larangan Demo Besar di Pusat Kota, Kepolisian Prancis Siapkan Banding







Comments