STARJOGJA.COM, Info – Sekitar 2,6 juta penduduk Kuba kesulitan mendapatkan air minum karena pemadaman listrik yang dipicu kelangkaan bahan bakar. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez Parrilla, dalam pertemuan Majelis Umum PBB, Rabu (28/10/2026).
“Sekitar 85 persen sistem pompa air minum di Kuba bergantung pada listrik; 2,6 juta orang menghadapi masalah untuk memperoleh air minum,” kata Parrilla.
Menurut Parrilla, kondisi energi di Kuba menjadi jauh lebih rumit akibat tindakan AS yang dianggap Havana sebagai bagian dari blokade ekonomi yang makin ketat. Pembatasan pasokan bahan bakar disebut berdampak langsung pada operasional infrastruktur vital.
Ia menyebut blokade AS sebagai “ancaman bagi kehidupan rakyat Kuba.”
Pernyataan itu disampaikan sesaat sebelum Majelis Umum PBB memungut suara atas rancangan resolusi A/81/L.5. Rancangan tersebut menyerukan diakhirinya blokade ekonomi, komersial, dan keuangan yang diberlakukan AS terhadap Kuba.
Sumber : Antara
Baca juga : BLK Disiapkan jadi Klinik Produktivitas dan Inkubator Bisnis







Comments