Lifestyle

Penonton Jepang di TIFF 2026 Penasaran dengan Film Desember Jani

0
Film Desember Jani Festival Film Tokyo 2026
Desember Jani Festival Film Tokyo 2026 (antara)

STARJOGJA.COM, Info – Kisah tiga generasi perempuan dalam keluarga di Bandung lewat film Desember Jani (Jani Be Good) menimbulkan rasa penasaran penonton Jepang di Tokyo International Film Festival (TIFF) 2026, Kamis (29/10/2026). Seusai pemutaran kedua, sejumlah penonton mengajukan pertanyaan dalam diskusi singkat bersama sutradara Ariani Darmawan dan produser Meiske Taurisia.

“Saya ingin menunjukkan bahwa tidak ada yang salah dan benar, yang penting adalah menyatukan keluarga,” kata Ariani saat menyapa penonton.

Film ini bercerita tentang Jani (Chempa Puteri), anak 13 tahun yang mendengar pertengkaran kakaknya, Julia (Hyori Mika), dengan ibunya, Winnie (Sigi Wimala), sebelum Julia pergi tanpa kabar. Berlatar empat hari menjelang Natal, suasana perayaan yang sederhana dan busana ala musim panas memancing pertanyaan penonton Jepang yang terbiasa dengan Natal meriah dan salju.

“Sebenarnya ini berlatar belakang Bandung yang lebih sejuk dari Jakarta,” kata Ariani menjelaskan.

Film yang masuk program Asian Future Competition ini diputar dua kali di Tokyo, dan Ariani mengaku senang dengan respons hangat penonton. Meski budayanya berbeda, tema keluarga yang universal membuat film ini tetap bisa dipahami lintas negara.

“Dari awal, kan, ini pasti ceritanya personal ya. Maksudnya hal yang personal terjadi di keluarga tertentu. Tapi juga universal sih memang sebetulnya karena kan semua orang punya keluarga. Semua orang pernah jadi anak,” ujar Ariani kepada ANTARA.

Ariani mengembangkan cerita selama tiga tahun bersama penulis dan penyair Cyntha Hariadi setelah membaca kumpulan cerpen “Manifesto Flora”. Bersama Meiske, ia berdiskusi soal cerita dari keluarga masing-masing, dan sebagian unsur kehidupannya muncul dalam film, seperti pemilihan sudut pandang anak bungsu.

“Saya juga anak terakhir. Saya sudah biasa menjadi pengamat di rumah, karena anak bungsu sering dianggap tidak terlalu banyak tahu. Makanya saya ambil sudut pandang itu,” ungkap sang sutradara.

Proses reading berjalan selama sebulan, dan Ariani memasukkan karakter para aktris ke dalam tokoh yang mereka perankan. Salah satu contohnya gestur Sigi Wimala saat latihan yang akhirnya “dipinjam” untuk tokoh Winnie.

“Tapi tugas saya sebagai sutradara pasti adalah bagaimana caranya saya bisa menyatukan itu tetap menjadi karakter yang saya bayangkan,” kata dia.

Akting para pemeran yang natural, termasuk Chempa Puteri, tak lepas dari latihan yang panjang. Ariani meminta para aktor menguasai karakter, tidak sekadar menghafal dialog tetapi juga gerak-gerik dan penguasaan ruang yang menghadirkan realisme.

“Kayak bagaimana seorang ibu berjongkok, bagaimana dia merebahkan badannya ketika dia lelah. Di film ini banyak yang seperti itu. Hal-hal kecil seperti itu yang menurut saya menambah layer-layer emosi ya,” kata Ariani.

“Desember Jani” adalah film pertama Ariani setelah hiatus 15 tahun. Ia memulai karier sejak 2000-an lewat sejumlah film pendek, dan pengalaman baru sebagai ibu membuatnya melihat kembali hubungan anak dan orang tua yang kemudian lahir dalam film panjang perdananya.

“Dan di film ini sangat kelihatan dua hal tersebut ya, tentang pace dan juga tentang detail-detail tersebut. Dan saya merasa kalau kita mau bikin film, apalagi di film ini realis, lebih ke arah realis ya, kita harus bisa serealis mungkin,” kata pendiri toko buku Kineruku di Bandung itu.

Kembali membuat film, apalagi film panjang, tentu menimbulkan rasa was-was. Proses yang dijalani bertahap dan diskusi mendalam dengan sinematografer Teoh Gay Hian membuat Ariani lebih siap mewujudkannya.

“Kalau dibilang deg-degan, pasti ada ya. Namanya juga film panjang pertama, siapa yang nggak deg-degan kan, tapi yaudah jalanin saja.”

Hasilnya adalah kisah slice of life yang hangat dan manis. Suasananya seperti ronde yang dimasak keluarga Jani untuk merayakan Hari Ronde atau Festival Dongzhi, yang bertepatan dengan Hari Ibu.

 

Sumber : Antara

 

Baca juga : Desember Jani Masuk Kompetisi Asian Future Festival Film Tokyo 2026


 

Bayu

Maliq & D’Essentials Garap Sendiri Video Minimalis untuk Sembilan Lagu Album Kabar Gembira

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle