Kab SlemanNews

Pemkab Sleman Siapkan Ruang Live Selling untuk Pedagang Pasar

0
Digitalisasi Pasar Tradisional Sleman
Digitalisasi Pasar Tradisional Sleman (humas sleman)
STARJOGJA.COM, Sleman — Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menyiapkan strategi digitalisasi pasar tradisional untuk membantu pedagang memperluas jangkauan konsumen. Salah satu program yang disiapkan mulai 2027 adalah penyediaan ruang dan peralatan live selling bagi pedagang pasar.
“Pedagang pasar itu harus mampu mengikuti perubahan zaman,” ujar Sekretaris Disperindag Sleman, Aris Herbandang, Selasa (22/9/2026).
Program tersebut tidak hanya berupa penyediaan tempat dan perangkat untuk berjualan secara daring. Disperindag juga akan menggandeng pihak yang berpengalaman untuk mendampingi pedagang agar dapat memanfaatkan live selling secara langsung dan praktis.
“Tahun 2027 kita akan memberikan stimulan untuk membuat ruang-ruang live selling untuk pedagang pasar, termasuk peralatan, dan kami akan tandem dengan beberapa yang memang sudah punya kemampuan melakukan live selling,” terangnya.
Selain live selling, Disperindag Sleman memperluas pemanfaatan platform digital untuk mendukung transaksi di pasar tradisional. Pasar Godean, misalnya, telah bergabung dengan platform MBiZ untuk melayani pesanan masyarakat, mulai dari kebutuhan katering hingga makanan seperti mi ayam dan soto.
Digitalisasi juga dibarengi dengan upaya mengembangkan pasar tradisional sebagai ruang wisata dan budaya. Disperindag tengah berdiskusi dengan paguyuban pasar untuk menghadirkan kegiatan seni, hiburan, dan budaya secara rutin sekaligus menarik masyarakat menikmati kuliner tradisional.
Langkah tersebut dilakukan di tengah perubahan pola belanja masyarakat yang semakin mengandalkan layanan digital serta meningkatnya aktivitas pedagang keliling atau eyek-eyek. Pemkab Sleman juga mempelajari pola distribusi di Pasar Pakem yang memanfaatkan area terminal sebagai lokasi kulakan bagi pedagang keliling.
“Pola seperti ini sedang kami pelajari agar bisa diterapkan di pasar-pasar lain,” pungkas Aris.
Bayu

Yayasan Cahaya Cinta Kasih Targetkan 3.000 Peserta di Tata Hati Indonesia Yogyakarta

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Kab Sleman